Perlakuan Dalam Memelihara Tumbuhan Dan Binatang

Perlakuan Dalam Memelihara Tumbuhan Dan Binatang

Kegiatan memelihara binatang atau memelihara tanaman dalam kehidupan sehari - hari tentunya dapat dijadikan sebagai suatu kegiatan yang positif. Kegiatan positif ini semisalnya saja dapat dijadikan sebagai suatu hobi, hiburan, untuk memanfaatkan waktu luang dan masih banyak kegitan positif lainnya. Dalam melakukan kegiatan pemeliharaan binatang atau tanaman ini tentunya tidak asal memelihara untuk mendapatkan manfaatnya. Akan tetapi dalam melakukan kegiatan ini harus memperlakukan binatang atau tumbuhan yang dipelihara sebagai mana mestinya. Bilamana binatang atau tanaman yang dipelihara diperlakukan dengan baik tentunya akan memberikan manfaat yang baik. Oleh karena itulah dalam catatan kali ini akan berusaha untuk mengetahui mengenai perlakuan yang diperlakukan pada binatang peliharaan dan tanaman yang dipelihara agar memperoleh manfaat yang baik tentunya. Mari sama - sama kita mempelajari hal - hal apa saja yang harus dilakukan untuk diberikan pada binatang atau tumbuhan yang kita pelihara.

Hal yang perlu dilakukan dalam memelihara tanaman

Memelihara tanaman, juga merupakan suatu bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi kita yang senang dalam memelihara tanaman. Bilamana kita senang dalam hal memelihara tanaman tentunya kita juga akan mempelakukan tanaman sebagaimana seharusnya atau semestinya. Tanaman itu juga merupakan makhluk hidup yang tidak jauh berbeda dengan makhluk hidup lainnya yang ada di alam bebas ini. Makhluk hidup memerlukanan tanaman atau tumbuhan juga memerlukan makanan. Dengan demikian bilamana kita memelihara tanaman tentunya juga memberikan makanan yang sesuai atau cukup pada tanaman yang kita pelihara. Dengan tersedianya persediaan makanan yang cukup dan sesuai tentunya akan memberikan dampat pada tanaman atau tumbuhan yang dipelihara memiliki kondisi yang baik dan berkembang dengan normal.

Makanan yang dimanfaatkan oleh tanaman berasal dari dalam tanah. Sehingga tanah tempat tanaman tumbuh tersebut harus menyediakan makanan yang sesuai dan cukup untuk dipergunakan oleh tanaman yang tumbuh di tanah tersebut. Makanan yang dibutuhan tanaman dari tanah berupa unsur hara dan air. Dalam memelihara tanaman, semestinya kita menempatkan tanaman tersebut pada tanah yang mengandung unsur hara dan air yang cukup. Tanah yang dipergunakan untuk menanam atau memelihara tanaman dengan memiliki kandungan zat hara yang cukup banyak biasanya dikenal atau disebut dengan tanah subur. Jenis tanah yang disebut dengan tanah tandus ini tentunya bisa menyedian berbagai macam unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tahaman yang dipelihara dengan menggunakan jenis tanah ini dapat tumbuh dengan sehat atau normal. Ada pun jenis tanah yang memiliki kandungan unsur hara yang sedikit sehingga menyebabkan tanaman kekurangan unsur hara, jenis tanah seperti demikian ini dinamakan dengan tanah tandus. Jenis tanah tandus ini memberikan pengaruh pada pertumbuhan tanaman yang mana mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu atau pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Tanah subur sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.

Kondisi tanah yang tandus dapat diusahakan untuk menjadi tanah yang subur. Usaha dalam mengubah tanah tandus menjadi tanah subur, tentunya dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan yang cukup dan secara teratur. Akan tetapi dapat pula tanah yang sudah subur dapat menjadi tanah tandus, bilamana tanah tersebut ditanami secara terus menerus tanpa dilakukan pemupukan yang cukup dan secara teratur. Dengan adanya kondisi yang demikian tentunya untuk menjadi agar kondisi tanah tetap subur dapat dilakukan dengan melakukan pemupukan secara cukup dan teratur.

Tanaman yang sudah ditanam tentunya akan memiliki daya pertumbuhan yang baik bilamana pada tanah tempat tanaman tersebut tumbuh ditambahi zat - zat makanan yang sesuai dan cukup. Zat - zat makanan ditambahkan ke dalam tanah ini tentunya sangat diperlukan guna meningkatkan daya pertumbuhan tanaman yang dipelihara. Penambahan zat - zat makanan atau zat hara ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan secara teratur. Pemupukan secara teratur ini bertujuan agat zat hara yang diperlukan oleh tanaman selalu tersedia dengan cukup pada tanah tempat tanaman tersebut tumbuh. Usaha pemupukan pada tanaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk alam dan pupuk buatan. Pemberian pupuk pada tanaman ini juga harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Pupuk alam adalah jenis pupuk yang terjadinya atau pembuatannya tidak melalui proses secara kimia. Pupuk alam ini berasal dari sisa - sisa makhluk hidup yang terjadi secara aalami dan terbentuk dengan sendirinya. Jenis pupuk yang tergolong ke dalam bentuk pupuk alam diantaranya pupuk hijau, pupuk kandang, dan kompos. Pupuk hijau adalah pupuk yang terjadinya berasal daun - daunan tanaman yang membusuk. Pada umumnya pupuk hijau ini berasal dari daun - daun tanaman jenis kacang - kacangan, misalnya orok - orok. Pupuk kandang adalah jenis pupuk alam yang berasal dari kotorangan binatang. Kompos adalah jenis pupuk alam yang mana merupakan percampuran dari daun - daunan yang membusuk dan kotoran - kotoran binatang yang membusuk. Pupuk buatan adalah jenis pupuk yang pembuatannya melalui proses secara kimia. Biasanya pupuk buatan ini dibuat oleh pabrik pembuat pupuk yang mana pembuatanya melalui proses secara kimia dengan menggunakan bahan - bahan kimia.

Dalam peramutan atau pemeliharaan tanaman selain memberikan pupuk yang cukup dan teratur, tanaman juga memerlukan air. Dengan demikian pemberian air pada tanaman ini juga harus seimbang dengan pemberian pupuk pada tanaman. Air yang diberikan pada tanaman ini dimanfaatkan oleh tanaman untuk membuat makanan. Pembuatan makanan pada tanaman ini melalui proses yang dinamakan dengan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah suatu proses pembuatan makanan yang dilakukan oleh tanaman dengan bantuan cahaya. Dalam peramutan tanaman, air juga dapat dimanfaatkan untuk melarutkan zat hara dalam tanah. Tanaman menyerap zat hara dari tanah dalam bentuk larutan. Tiap - tiap jenis tanaman memerlukan jumlah air yang berbeda. Terlalu banyak air yang terdapat di dalam tanah juga dapat mengakibatkan akar tanaman menjadi membusuk. Akan tetapi juga sebaliknya kekurangan ketersediaan air dapat menyebabkan tanaman menjadi layu dan bahkan sampai tanaman menjadi mati. Dalam memberikan ari pada tanaman sebaiknya memperhatikan jumlah air yang diberikan dan juga waktu dalam memberikan air pada tanaman. Penyiraman atau pemberian air pada tanaman sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Tujuan dari pemberian air pada waktu pagi hari agar pada waktu siang harinya dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman untuk melakukan pembuatan makanan. Tanaman melakukan pembuatan makanan aktif pada waktu siang hari. Dengan melakukan pemupukan dan penyiraman yang cukup maka tanaman akan dapat tumbuh dengan baik dan normal sebagai mana mestinya.

Selain harus tercukupi zat hara dan air, tanaman yang dipelihara juga harus dalam keadaan atau kondisi terbebas dari hama dan penyakit tanaman. Hama dan penyakit tanaman dapat mengganggu pertumbuhan dari tanaman yang dipelihara. Mengatasi hama dan penyakita pada tanaman dapat dilakukan dengan memberikan obat - obat tanaman secara teratur. Akan tetapi dalam pemberian obat - obatan tanaman harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Bilamana pemberian dosis yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Selain itu bila dosis yang diberikan pada tanaman tidak sesuai akan berakibat hama tanaman tersebut menjadi kebal dan sulit untuk dilakukan pemberantasan.

Hal yang dilakukan dalam memelihara binatang

Memelihara binatang tidak jauh berbeda dengan memelihara tanaman, dikarenakan binatang atau hewan juga merupakan makhluk hidup. Dalam memelihara binatang membutuhkan perawatan dan perlakuan yang sesuai. Perlakuan yang diberikan pada binatang ini tentunya dimaksudkan agar binatang yang dipelihara selalu dalam keadaan yang sehat dan normal. Bilamana perawatan dan perlakuan yang diberikan pada binatang yang dipelihara sesuai dan dalam kondisi yang teratur maka binatang tersebut akan tumbuh secara normal. Perlakuan dan perawatan yang diberikan pada binatang juga tidak boleh asal - asalan.

Binatang yang kita pelihara tersebut juga memerlukan makanan agar dapat dalam kondisi yang normal. Makanan yang didapatkan oleh binatang ini paling tidak harus sesuai cukup dan dalam kondisi yang teratur. Selain makanan tentunya binatang juga memerlukan minuman dalam jumlah yang cukup dan teratur. Bilamana binatang mendapatkan makanan dan minuman dalam jumlah cukup dan teratur maka binatang yang kita pelihara akan cepat tumbuh besar dan dalam kondisi yang normal.

Setiap binatang yang dijadikan peliharaan tentunya berbeda jenis atau macamnya sehingga dari masing - masing binatang tersebut memiliki kebutuhan makanan yang berbeda - beda atau tidak sama. Perbedaan kebutuhan makanan yang diperlukan ini tergantung pada jenis dan umur dari binatang yang dipelihara. Pada umum binatang yang memiliki usia lebih muda memerlukan makanan yang lebih sedikit dibandingkan dengan hewan atau binatang yang sudah dewasa. Dengan kondisi yang demikian ini maka jangan memberikan makanan dan minuman dalam jumlah yang banyak pada hewan yang masih muda atau masih kecil. Atau mungkin malah sebaliknya memerikan makanan dalam jumlah yang sedikit pada hewan atau binatang yang sudah dewasa. Sebaiknya memberikan makanan pada binatang peliharaan sesuai dengan porsinya. Apabila binatang mendapatkan makanan dan minuman yang cukup maka binatang tersebut akan tumbuh dengan baik.

Perlakuan pada binatang peliharaan tentunya tidak hanya sebatas pada memberikan makanan dan minuman yang cukup saja. Binatangn peliharaan juga diperhatikan mengenai tempat tinggal dari binatang peliharaan tersebut. Bilamana binatang yang dipelihara ditempatkan pada sangkar atau kandang maka sebaiknya juga perlu memperhatikan mengenai kebersihan dari kandang atau sangkar yang ditempati oleh binatang tersebut. Memperhatikan tempat tinggal dari binatang peliharaan ini dapat dilakukan dengan menyiram atau mencuci tempat tinggal dari binatang peliharaan. Selain dengan mencuci dapat pula menyapu kandang tempat tinggal binatang peliharaan.

Disamping memperhatikan kebersihan dari tempat tinggal binatang peliharaan yang dipelihara, sebaiknya juga memperhatikan kebersihan dari binatang yang dipelihara tersebut. Cara memperhatikan kebersihan dari binatang peliharaan ini dapat dilakukan dengan cara memandikan binatang peliharaan. Selain itu ketika binatang peliharaan memiliki kesehatan yang terganggu maka dapat memberikannya obat yang sesuai. Bilamana binatang peliharaan dalam kondisi yang terawat maka binatang peliharaan ini akan berkembang dengan baik.

Metamorfosis Bagi Makhluk Hidup

Mempelajari mengenai makhluk hidup, setiap makhluk hidup tentunya mengalami proses perkembangan dan pertumbuhan dari bentuk yang sederhana sampai pada bentuk yang paling kompleks atau sampai pada bentuk yang sempurna. Tahapan - tahapan yang dilalui oleh makhluk hidup dari bentuk yang sederhana sampai pada bentuk yang kompleks atau sempurna ini pada umumnya dikenal dengan istilah metamorfosis. Di dalam catatan kali ini kita akan secara bersama - sama mempelajari mengenai hal - hal yang berhubungan dengan peristiwa atau proses metamorfosis yang dilakukan oleh makhluk hidup. Pada proses metamorfosis makhluk hidup memiliki tahapan - tahapan yang berbeda - beda setiap jenis makhluk hidup. Masing - masing tahap dari metamorfosis makhluk hidup, memiliki bentuk yang organ tubuh yang berbeda dari tahap yang satu dengan tahap yang lain. Untuk menambah pengetahuan kita mengenai proses metamorfosis yang dialami oleh makhluk hidup maka langsung saja kita bersama - sama mempelalajari mengenai apa - apa yang berkaitan dengan metamorfosis.
Metamorfosis yang dialami oleh makhluk hidup
Tahapan metamorfosis pada kupu - kupu

Mengetahui apa itu metamorfosis

Metamorfosis ada juga yang mengenal dengan istilah metabola kedua istilah ini memiliki pengertian yang sama. Proses metamorfosis dapat diartiakan sebagai suatu bentuk proses perubahan bentuk baik struktur maupun fungsi dari organ - organ tubuh makhluk hidup. Proses metamorfosis ini pada umumnya dapat dialami oleh makhluk hidup yang tergolong binatang. Binatang yang mengalami metamorfosis ini diantaranya golongan serangga dan katak. Sebagai contohnya saja tahapan atau proses metamorfosis yang terjadi pada serangga seperti yang diperlihatkan pada gambar tahapan metamorfosis kupu - kupu di atas. Tahapan metamorfosis binatang serangga kupu - kupu di atas merupakan tahapan dari metamorfosis yang secara normal atau sempurna. Kupu merupakan salah satu jenis serangga yang mengalami proses metamorfosis secara sempurna.

Pada gambar di atas diperlihatkan mengenai tahapan - tahapan yang dilakukan atau dilalui oleh makhluk hidup ketika mengalami metamorfosis secara normal atau sempurna. Proses metamorfosis yang berlangsung secara normal atau sempurna melakukan empat tahapan perkembangan seperti yang diperlihatkan pada gambar di atas. Keempat dari tahapan perkembangan makhluk hidup diantaranya antara lain dimulai tahap yang pertama adalah bentuk makhluk hidup sebagai telur. Telur merupakan tahapan pertama dari proses makhluk hidup yang mengalami metamorfosis. Setelah makhluk hidup dalam bentuk telur, maka telur tersebut selanjutnya mengalami proses penetasan yang mana menghasilkan makhluk hidup dalam bentuk muda yang dinamakan dengan larva. Larva merupakan bentuk termuda dari makhluk hidup dalam proses metamorfosis, dalam tahap larva ini makhluk hidup terus berusaha mengumpulkan energi untuk menuju ke tahap selanjutnya yakni tahap bentuk kepompong atau pupa. Dalam bentuk pupa atau kepompong merupakan masa istirahat atau bertapa dari makhluk hidup untuk menuju ke tahap atau bentuk yang sempurna yaitu bentuk dewasa. Setelah tahapan pupa atau kepompong usai maka tahapan selanjutnya adalah menjadi makhluk hidup bentuk yang sempurna yakni makhluk hidup dewasa dengan bentuk tubuh yang paling lengkap dari bentuk - bentuk sebelumnya.

Metamorfosis yang dialami oleh binatang serangga ini oleh para ahli digolongkan atau dibedakan menjadi tiga golongan jenis serangga. Tiga macam golongan serangga berdasarkan proses metamorfosis yang dialami diantaranya ametabola, hemimetabola, dan holometabola.Mengenai pemaparan penjelasan dari beberapa golongan dari serangga tersebut seperti yang diterangkan pada pemaparan berikut ini. Untuk mengetahui mengenai pemaparan maksud dari berbagai jenis atau golongan dari serangga yang telah dibedakan oleh para ahli silahkan menyimak beberapa pemaparan di bawah ini.

Serangga ametabola, merupakan suatu jenis golongan serangga yang mana tidak mengalami proses metamorfosis dalam proses kehidupannya. Sebagai contoh serangga yang termasuk kedalam golongan jenis serangga yang tidak mengalami metamorfosis atau ametabola adalah serangga kutubuku. Proses yang dilalui oleh binatang serangga termasuk kedalam ametabola yaitu [1] telur serangga menetas, [2] serangga menjadi hewan kecil, [3] serangga berkembang menjadi serangga dewasa. Proses yang dialami oleh serangga ametabola tidak mengalami perubahan bentuk organ tubuh akan tetapi hanya mengalami perubahan ukuran bentuk tubuh.

Serangga hemimetabola, merupakan suatu bentuk kelompok atau golongan serangga yang mana mengalami proses metamorfosis akan tetapi metamorfosis yang dialami tidak sempurna. Contoh dari beberapa serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna diantaranya belalang, laron, dan capung. Beberapa contoh serangga tersebut mengalami metamorfosis tidak sempurna yang mana hanya mengalai tiga tahapan dalam metamorfosis. Tiga tahapan perkembangan yang dialami oleh serangga hemimetabola diantaranya [1] telur, [2] larva (nimpa), [3] imago atau dewasa. Serangga hemimetabola ini tidak mengalami tahapan pupa atau kepompong sehingga proses metamorfosis yang dialami tergolong sebagai metamorfosis tidak sempurna.

Serangga holometabola, merupakan jenis kelompok serangga yang mana mengalami proses metamorfosis sempurna. Beberapa jenis serangga yang tergolong ke dalam serangga holometabola diantaranya kupu - kupu, lalat, dan nyamuk. Serangga golongan ini mengalami metamorfosis sempurna yang mana mengalami empat tahapan perkembangan metamorfosis yaitu telur, larva, pupa (kepompong), dan imago. Serangga jenis holometabola mengalami empat tahapan perkembangan dalam metamorfosis sehingga jenis metamorfosis yang dialami termasuk jenis metamorfosis sempurna.

Beberapa pemaparan yang telah dituliskan di atas merupakan beberapa penjelasan mengenai proses metamorfosis yang terjadi pada binatang serangga. Peristiwa metamorfosis ini selain dialami oleh binatang serangga juga dialami oleh binatang bertulang belakang yaitu binatang yang tergolong amfibi atau binatang yang hidup dua alam. Binatang yang bisa hidup dua alam atau amfibi ini contohnya binatang katak. Binatan katak ini mengalami proses metamorfosis dalam proses perjalanan hidupnya. Ada pun tahap metamorfosis yang dialami oleh binatang katak diantaranya yaitu [1] Telur - telur katak yang berada di dalam air yang terbungkus oleh lendir berkembang menjadi larva; [2] Larva dari binatang katak dilengkapi dengan suatu bentuk alat hisap untuk menempel pada rumput air, insang luar, dan gigi parut yang dipergunakan untuk memarut lapisan bawah daun rumput air; [3] Insang luar yang dimiliki oleh larva katak berangsur - angsur menghilang kemudian muncul insang dalam; [4] Kaki depan dari katak tumbuh dan berangsur - angsur ekor dari larva katak menyusut mengehilang dan terbentuklah katak dewasa. Bentuk dewasa dari katak sudah tidak mempunyai ekor lagi dan juga jenis makanan dari katak dewasa juga sudah mengalami perubahan. Katak dalam bentuk dewasa ini merupakan pemakan hewan atau pemangsa dan juga alat pernapasannya berubah dari insang menjadi paru - paru.    


Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup

Makhluk hidup yang terdapat di alam ini ada banyak sekali jenis dan macamnya, masing - masing dari jenis makhluk hidup tersebut mengalami proses - proses atau tahap dalam menjalani kehidupan atau melangsungkan hidup. Tahapan atau proses yang dijalani oleh masing - masing makhluk hidup tersebut diantaranya proses atau fase pertumbuhan dari makhluk hidup. Disamping mengalami pertumbuhan makhluk hidup juga mengalami perkembangan yang mana kedua tahapan ini dialami oleh makhluk hidup kebanyakan pada umumnya. Kebanyakan dari makhluk hidup secara normal akan melakukan fase - fase dalam proses pertumbuhan tersebut. Fase pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menjadi pengaruh dari fase - fase dalam proses kehidupan yang dialami oleh makhluk hidup. Pada catatan kali ini kita akan secara bersama - sama mengetahui mengenai pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup dan perkembangan yang terjadi pada makhluk hidup. Selain itu juga kita secara bersama - sama berusaha memahami mengenai faktor - faktor yang mempengaruhi fase pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup. Untuk menambah wawasan lebih lanjut mengenai pertumbuhan maupun perkembangan dari makhluk hidup maka silahkan menyimak catatan kali ini secara seksama.

pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
Pertumbuhan dan Perkembangan 

Pemahaman pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh suatu organisme

Proses yang dialami oleh makhluk hidup pertumbuhan maupun perkembangan, masing - masing memiliki pemahaman yang berbeda atau tidak sama. Tahapan pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup ini harus berjalan secara seimbang dengan tahapan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup. Masing - masing tahapan ini akan memberikan dampak yang berbeda terhadap makhluk hidup yang mengalami proses tersebut. Proses pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup harus dapat berjalan secara seimbang dan sejajar agar tidak terjadi gangguan fungsional pada bagian organ - organ yang dimiliki oleh makhluk hidup.

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup memiliki pengertian yang tidak sama. Pertumbuhan yang terjadi pada makhluk hidup merupakan suatu peristiwa atau tahapan perubahan ukuran dari makhluk hidup tersebut yang tidak bisa kembali pada ukuran atau bentuk semula. Sebagai contoh yang memperlihatkan tahap pertumbuhan pada makhluk hidup yaitu makhluk hidup mengalami perubahan ukuran dari ukuran kecil menjadi ukuran yang lebih besar. Selain itu juga mengalai perubahan bentuk dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks. Perkembangan harus bisa berjalan seiring dengan tahapan pertumbuhan yang terjadi pada makhluk hidup agar makhluk tersebut mejalankan kehidupannya secara normal. Pengertian dari tahapan perkembangan adalah suatu proses yang dialami oleh makhluk hidup menuju ke tahap yang lebih sempurna atau dewasa. Ketika proses perkembangan dan pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup dapat berjalan secara seiring atau sejajar maka makhluk hidup tersebut daapt menjalankan kehidupannya secara normal. Sebaliknya bilamana proses pertubuhan tidak bisak berjalan seimbang dengan perkembangan yang dialami maka kehidupan dari makhluk hidup tersebut tidak akan berjalan secara normal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwasanya proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada makhluk hidup harus berjalan secara seimbang dan sejajar.
Pertumbuhan memiliki pengertian sebagai proses perubahan secara biologi yang dialami oleh makhluk hidup. Perubahan secara biologi ini berupa perubahan ukuran yang bersifat irreversibel yang memiliki arti tidak bisa kembali kebentuk awal atau semula. Perkembangan dapat diartikan sebagai suatu proses menuju ketahap kedewasaan. Perkembangan ini tidak bisa diamati atau dilihat seperti halnya pertumbuhan, yang tidak bisa dinyatakan secara kualitatif akan tetapi dinyatakan secara kuantitatif.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan dari suatu organisme tentunya juga mendapat pengaruh dari berbagai faktor yang menjadikan makhluk hidup atau organisme tersebut dapat menjalani kehidupan secara normal atau bahkan sebaliknya. Faktor - faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan dari suatu organisme ada berbagai macam. Setiap faktor - faktor yang ada memberikan pengaruh yang berbeda - beda dan memiliki peranan masing - masing bagi suatu organisme yang bersangkutan. Beberapa faktor yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan atau pun pada perkembangan suatu organisme akan sama - sama kita ketahui dalam pemaparan berikut ini.

Nutrisi atau makanan merupakan bagian dari faktor - faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan atau pun juga pada pertumbuhan makhluk hidup. Masing - masing makhluk hidup yang berada di alam ini memiliki cara pemenuhan makanan yang berbeda - beda. Perbedaan dalam pemenuhan makanan tersebut adakalanya yang dapat membuat makanannya sendiri dan ada pula yang memanfaatkan makhluk hidup lainnya untuk memenuhi makanannya. Di alam ini terdapat berbagai jenis makhluk hidup diantaranya tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme. Sebagai contohnya saja tumbuhan ini dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga tidak perlu menggantungkan makanannya terhadap makhluk hidup lainnya. Hewan dan manusia tidak bisa membuat makanannya sendiri tetapi memanfaatkan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan makanannya.

Adanya usaha dari masing - masing makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan makanannya maka makanan atau nutrisi ini juga ikut memiliki peranan penting dalam tahapan perkembangan maupun pertumbuhan bagi suatu organisme atau makhluk hidup. Ketika makhluk hidup dapat memenuhi kebutuhan akan makanan atau nutrisi yang dibutuhan untuk kehidupannya maka proses - proses yang dialami oleh makhluk hidup tersebut dapat berlangsung secara normal. Tidak ketinggalan juga pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup dapat berlangsung secara normal dan wajar. Perkembangan dari makhluk hidup tersebut berjalan dengan normal untuk membuat makhluk hidup tersebut semakin lebih dewasa seimbang dengan pertumbuhan yang berlangsung. Akan tetapi juga sebaliknya bilamana kebutuhan akan nutrisi tidak bisa terpenuhi dengan cukup maka proses - proses dalam kehidupan yang dialami juga akan terkendala. Ketika terdapat kendala dalam berbagai proses kehidupan maka kehidupan dari suatu makhluk hidup tersebut juga kurang begitu bisa normal.

Lingkungan sekitar merupakan suasana di sekitar tempat hidup makhluk hidup atau suatu organisme. Lingkungan tempat hidup makhluk hidup ini memiliki beberapa komponen yang mana diantaranya air, suhu, cahaya, kelembapan, udara. Masing komponen yang sebagai penyusun dari lingkungan ini tentunya memiliki peranan atau andil dalam memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan suatu organisme. Kondisi dari masing - masing komponen dari penyusun lingkungan hidup yang ada disekitar makhluk hidup dapat memberikan dampak pada kondisi makhluk hidup tersebut.

Peranan dari masing - masing komponen penyusun lingkungan terhapat pertumbuhan atau perkembangan makhluk hidup diantaranya air dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Hampir sebagian besar dari tubuh makhluk hidup tersusun dari cairan, yang mana kurang lebih 80% dari tubuh makhluk hidup tersusun dari cairan. Sudah dapat diketahui bahwasanya makhluk hidup memerlukan air untuk dapat melangsungkan kehidupannya. Suhu juga menjadi bagian dari komponen lingkungan yang tentukan memberikan pengaruh pada tingkat kehidupan dari makhluk hidup. Ada kalanya makhluk hidup tersebut membutuhkan keadaan suhu tertentu untuk dapat melangsungkan kehidupan. Dengan adanya suhu yang selalu berubah - ubah setiap waktunya tentunya makhluk hidup harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan suhu tersebut. Cahaya ini memberikan pengaruh yang sangat beragam pada berbagai jenis makhluk hidup. Makhluk hidup yang pengaruh dari cahaya ini dapat dilihat adalah pada jenis tanaman hijau atau tumbuhan. Cahaya pada tanaman hijau memberikan pengaruh pada proses pertumbuhan dan pembuatan makanan atau fotosintesis. Dalam proses fotosintesis cahaya merupakan faktor pendukung sedangkan dalam tahapan pertumbuhan cahaya menjadi faktor penghambat pertumbuhan pada tumbuhan. Kelembapan memiliki peranan dalam pertumbuhan utamanya pada tanaman akan lebih cepat menyerap air dibandingkan dengan kondisi lingkungan yang kurang lembap. Udara merupakan faktor yang ada kaitannya dengan kelembapan lingkungan, bilamana udara ini banyak mengandung uap air maka kondisi lingkungan hidup makhluk hidup menjadi lembap. Dengan demikian dapat diketahui ketika lingkungan tersebut lembah maka udara yang berada pada wilayah tersebut banyak mengandung uap air


Kerusakan Tanah Dan Usaha Melindungi Tanah Dari Kerusakan

Kerusakan Tanah Dan Usaha Melindungi Tanah Dari Kerusakan

Tanah merupakan bagian dari alam yang memiliki peranan bagi kehidupan makhluk hidup, yang mana peranannya tidak bisa dianggap remeh. Kerusakan juga dapat terjadi pada tanah bilamana tanah yang terdapat di alam dibiarkan begitu saja tanpa adanya usaha yang memelihara kelestarian dari tanah tersebut. Kerusakan yang terjadi pada tanah ada berbagai macam jenis yang disebabkan oleh berbagai macam faktor yang berbeda - beda. Dikarenakan tanah juga dapat mengalami kerusakan maka diperlukan suatu usaha untuk menjaga agar tanah tetap lestari dan bisa dipergunakan oleh makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan. Pada catatan kali ini kita akan secara bersama - sama untuk mempelajari mengenai macam - macam kerusakan pada tanah beserta usaha - usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga agar tanah tetap lestari guna memenuhi kebutuhan kehidupan makhluk hidup. Bilamana tanah tetap dalam kondisi yang lestari maka untuk kehidupan pada masa yang mendatang, tanah akan dapat menjalankan peranannya dengan baik. Untuk menambah informasi mengenai berbagai macam kerusakan yang dapat terjadi pada tanah dan usaha - usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian tanah, silahkan menyimak catatan kali ini dengan seksama.

Mengetahui macam – macam kerusakan yang terjadi pada tanah

Kerusakan yang dapat terjadi pada tanah ada berbagai macam jenisnya, setiap jenis dari kerusakan tanah ini dapat menyebabkan akibat yang berbeda – beda. Kerusakan yang dialami oleh tanah tentunya dapat mempengaruhi kualitas dari lingkungan hidup tempat tanah tersebut. Hal - hal yang dapat mempengaruhi tingkat kualitas dari tanah diantaranya erosi tanah, lahan kritis, dan pencemaran tanah. Beberapa hal yang telah disebutkan tersebut bisa menyebabkan tingkat kualitas yang dimiliki oleh tanah dapat berkurang bahkan tanah dapat mengalami kerusakan. Bilamana kualitas yang dimiliki oleh tanah mengalami penurunan bahkan sampai rusak maka tanah tersebut tidak akan mampu memberikan manfaatkan bagi kehidupan makhluk hidup secara sempurna. Mengenai pengertian dari beberapa hal yang menyebabkan tanah menjadi rusak yang telah disebutkan sebelumnya, maka penjabarannya seperti yang diterangkan berikut ini.

Erosi tanah, juga merupakan hal yang dapat membuat kualitas tanah berkurang. Peristiwa erosi tanah ini dapat mengakibatkan kandungan zat – zat bermanfaat yang terkandung dalam tanah mengalami perpindahan tempat sehingga tanah yang mengalami erosi tersebut akan mengalami penurunan kualitas. Dengan kata lain semakin sering tanah mengalami erosi maka tanah tersebut semakin berkurang zat – zat manfaat yang berada dalam tanah tersebut. Pengertian dari peristiwa erosi tanah adalah tanah mengalami pengangkutan terutama pada bagian lapisan – lapisan atas tanah, sehingga bagian – bagian atas tanah yang mengandung zat – zat bermanfaat bagi kehidupan mengalami pengendapan ke lain tempat.

Ada pun erosi tanah ini terdiri dari berbagai macam atau jenis erosi yang berdasar pada faktor yang menjadi penyebab timbulnya erosi. Beberapa jenis erosi tanah tersebut diantaranya ablasi, deflasi, eksarasi, dan abrasi. Ablasi, merupakan bagian dari bentuk erosi tanah yang mana penyebabnya adalah tenaga air. Jenis erosi ini sering terjadi pada wilayah yang memiliki kandungan curah hujan yang tinggi. Dengan kandungan curah hujan tinggi yang maka persedian air di daerah tersebut banyak sehingga aliran airnya juga deras sehingga banyak tanah yang terhanyut atau terbawa ketika air mengalir menuju daerah lain. Bagian tanah yang lebih mudah terbawa oleh aliran air yang mengalir merupakan bagian tanah lapisan atas yang banyak mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi tumbuhan. Jadi ketika unsur hara ikut berpindah ketempat lain maka kualitas tanah yang alami erosi mengalami penurunan. Deflasi, dinamakan juga dengan istilah korasi yang diartikan sebagai erosi yang disebabkan oleh tenaga angin. Erosi yang terjadinya disebabkan oleh tenaga angin, pada umumnya paling banyak terjadi di daerah gurun atau wilayah yang memiliki iklim kering. Pada suatu daerah yang memiliki iklim kering dan angin yang tinggi maka tanah atau pasir dapat terbawa oleh angina menuju atau berpindah ke lain tempat. Eksarasi, juga merupakan bagian dari jenis erosi tanah yang mana penyebabnya adalah tenaga gletser atau gunungan es yang mengalami pencairan. Dengan kata lain pengertian dari gletser adalah kikisan massa salju yang bergerak menuruni suatu daerah yang berbentuk lereng. Abrasi, dapat diartikan sebagai bentuk dari erosi tanah yang mana disebabkan oleh tenaga gelombang air laut. Jenis erosi erosi dapat dilakukan pencegahan dengan cara melakukan penanaman tanaman bakau di bagian wilayah pinggir pantai. Dengan diadakan penanaman tanaman bakau maka tanah yang terdapat di pinggir pantai tidak akan mudah untuk terbawa oleh air laut.

Lahan kritis, merupakan salah satu bentuk dari kerusakan yang dialami oleh tanah. Kerusakah jenis ini merupakan suatun bentuk kerusakan yang mana tanah telah mengalami kerusakan dengan kehilangan atau mengalami penurunan kemapuan kesuburannya. Ketika tanah mengalami gangguan pada kemampuan kesuburan yang dimiliki maka tanah akan mengalami penurunan fungsi sebagai sarana pendukung kehidupan. Bilamana tanah ini mengalami penurunan bahkan sampai kehilangan peranannya dalam mendukung kehidupan, maka proses kehidupan di lingkungan tersebut akan terganggu dan otomatis tidak akan bisa berjalan secara normal. Lahan kritis ini tentunya tidak serta merta terjadi begitu saja akan tetapi tentunya ada penyebabnya yang bisa mengakibatkan tanah menjadi lahan kritis.

Ada pun beberapa penyebab dari tanah bisa menjadi lahan kritis diantaranya terjadinya penebangan hutan secara sembarangan dan juga adanya kegiatan penambangan secara liar yang dilakukan oleh manusia yang kurang bertanggungjawab. Penebangan hutan yang membabi buta atau sembarangan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hutan. Hutan mangalami kerusakan sehingga fungsi hutan bagi kehidupan pun juga mengalami gangguan yang mana dapat mengganggu keseimbangan lingkungan hidup. Selain adanya penebangan hutan secara sembarangan, kerusakan hutan juga dapat disebabkan oleh adanya kebakaran hutan, adanya pertanian yang dilakukan secara berpindah – pindah, kegiatan pemanfaatan hutan tanpa adanya usaha untuk melestarikan hutan, dan masih banyak lagi. Kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh manusia juga bisa mengakibatkan tanah menjadi lahan kritis. Pengambilan bahan tambang dari tanah tanpa dilakukan pengelolaan lingkungan yang baik tentunya akan berdampak buruk bagi tanah yang di tambang tersebut. Proses penambangan yang dilakukan ini melakukan pangambilan bahan – bahan yang ada di dalam tanah kemudian dipindah tempatkan sehingga kandungan tanah menjadi berkurang. Selain itu proses atau kegiatan penambangan ini juga menyebabkan hilangnya vegetasi penutup lahan, perubahan topografi dan perubahan struktur tanah. Hal yang demikian inilah yang dapat menyebabkan bahwasanya kegiatan penambangan yang dilakukan oleh manusia dapat mengakibatkan timbulnya lahan kritis sehingga tanah menjadi berkurang kualitasnya.

Pencemaran tanah, juga merupakan salah satu bagian dari bentuk kerusakan yang dialami oleh tanah. Bilamana tanah ini sudah tercemar berarti kandungan zat yang terkandung di dalam tanah sudah bercampur dengan bahan lainnya yang bahkan dapat menyebabkan tanah menjadi kurang bermanfaat. Dapat didefinisikan bahwasanya pencemaran tanah merupakan suatu bentuk gangguan keseimbangan tanah akibat masuknya polutan akibat dari kegiatan manusia. Polutan merupakan bahan atau benda yang menjadi penyebab pencemaran tanah, baik prosesnya secara langsung maupun tidak langsung. Polutan yang masuk ke dalam tanah ini tidak dapat diurai oleh bakteri atau organisme pengurai sehingga polutan tidak bisa menyatu dengan tanah

Ada beberapa macam yang tergolong sebagai polutan tanah, diantaranya limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian. Berbagai macam limbah yang ada tersebut menjadi satu atau masuk ke dalam tanah sehingga zat yang ada di dalam tanah menjadi tercampur dengan polutan tersebut. Percampuran antara zat yang alami di dalam tanah dengan polutan tersebut menjadikan keseimbangan tanah yang sudah terbentuk menjadi terganggu. Bilamana peristiwa atau kejadian yang demikian terus terjadi maka kualitas tanah juga akan mengalami perubahan dan bahkan dapat menyebabkan tanah mengalami kerusakan. Dalam penjelasan berikut ini akan dipaparkan mengenai penjabaran dari beberapa limbah yang termasuk polutan di atas.

Limbah domestik, termasuk benda atau bahan tidak pakai yang mana dihasilkan oleh hasil - hasil sisa kegiatan rumah tangga. Berarti limbah domestik ini merupakan hasil - hasil barang sisa dari kegiatan kehidupan sehari - hari. Limbah industri, merupakan termasuk barang - barang sisa yang mana dihasilkan dari sisa - sisa pembuangan proses atau kegiatan industri (baik industri berskala besar maupun industri berskala kecil). Limbah yang dihasilkan dari proses atau kegiatan industri ini digolongkan menjadi dua yakni limbah industri padat dan limbah industri cair. Pada umumnya limbah industri memiliki dampak yang lebih berbahaya dibandingkan dengan limbah domestik. Limbah industri ini dapat berasal dari berbagai bahan kimia yang berbahaya dan memiliki dampak merusak lingkungan. Limbah pertanian, merupakan suatu limbah yang mana dihasilkan dari pupuk kimia atau pupuk buatan dari bahan kimia yang dipergunakan dalam kegiatan pertanian. Penggunaan pupuk buatan atau pupuk kimia secara berlebihan dalam waktu terus - menerus dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi rusak dan dapat merusak kesuburan tanah secara alami. Selain itu penggunaan bahan kimia yang berlebihan dalam kegiatan pertanian dapat menyebabkan hama - hama tanaman mengalami mutasi menjadi sulit untuk dikendalikan secara alami.

Usaha mencegah dan melindungi tanah dari kerusakan

Tanah dapat mengalami kerusakan, untuk dapat mempertahankan peranan tanah dalam kehidupan makhluk hidup tentunya perlu dilakukan usaha untuk mencegah dan melindungi kondisi tanah supaya tidak rusak dan bisa tetap dipergunakan untuk kehidupan sehari - hari. Dalam mencegah dan melindungi tanah dari kerusakan tentunya ada beberapa macam usaha yang dapat dilakukan diantaranya dengan menggunakan berbagai macam metode yaitu metode mekanik, vegetatif, dan kimia. Dari masing - masing metode yang dipergunakan tersebut tentunya dapat dikembangkan menjadi berbagai macam usaha yang dapat diterapkan untuk menjaga kelestarian tanah. Berbagai macam usaha atau upaya guna melindungi tanah dari kerusakan tentunya bisa kita semua pelajari agar tanah yang terdapat di lingkungan sekitar kita bisa tetap lestari dan tetap bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Usaha - usaha untuk menjaga fungsi dari tanah agar tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai mana mestinya diantaranya dengan menggunakan metode mekanik yaitu terracering, cekdam, guludan, contour tillage. Ada juga yang menggunakan metode vegetatif  yaitu penghijauan, rotasi tanaman, reboisasi, penanaman tanaman penutup, penanaman tanaman berbasis, penanaman sejajar garis kontur. Usaha untuk mencegah kerusakan tanah dengan menggunakan metode kimia yaitu usaha untuk menjaga maupun memperbaiki struktur tanah dengan menggunakan bahan - bahan kimia tertentu. Sebagai contohnya bahan kimia yang efektif dan biasa dipergunakan untuk memperbaiki struktur tanah yakni bitumen, krilium, soil conditioner. Untuk mengetahui mengenai penjelasan atau pemaparan dari berbagai usaha dalam melindungi tanah dari berbagai kerusakan maka bisa menyimak dalam pemaparan berikut ini.

Metode mekanik untuk menjaga tanah dari kerusakan merupakan suatu usaha dengan menerapkan tindakan langsung pada tanah guna membuat kondisi tanah tetap terjaga. Terracering dinamakan juga dengan penterasan lahan miring atau lereng yaitu usaha yang dipergunakan untuk mengurangi panjang lereng atau mengurangi tingkat kemiringan lereng. Upaya seperti ini dapat menghambat aliran dari air permukaan sehingga dapat mengurangi tingkat erosi yang dialami oleh tanah. Pembuatan cekdam atau biasanya dikenal dengan nama bendungan kecil, tujuan dari pembuatan cekdam ini adalah untuk membendung aliran air permukaan. Bagian tanah yang mengalami erosi oleh air permukaan akan tertahan pada bagian - bagian parit dari cekdam sehingga material tanah yang subur tidak akan hilang dari tanah dan tanah akan tetap subur karena material kesuburan tanah tidak ikut terbawa oleh erosi tanah yang disebabkan oleh air permukaan. Karena material kesuburan yang dimiliki oleh tanah tetap atau mengumpul pada parit - parit cekdam sehingga tanah akan tetap subur dan bisa dipergunakan untuk kehidupan. Guludan atau pematang berfungsi atau bertujuan untuk menahan laju air permukaan sehingga dengan kondisi laju air permukaan tertahan maka memperbesar kemungkinan air untuk meresap ke dalam tanah. Cara pembuatan guludan ini seperti membuat bentuk tanggul - tanggul kecil. Contour tillage dapat juga diartikan dengan pengelolaan tanah sejajar dengan garis kontur

Kesuburan Tanah Dan Bercocok Tanam

Kesuburan Tanah Dan Bercocok Tanam

Usaha bercocok tanam pada umumnya dilakukan oleh pada petani, yang mana para petani ini usahanya menanam berbagai macam atau jenis tanaman guna memenuhi keperluah hidup sehari - hari. Untuk melakukan usaha bercocok tanam tentunya ada erat kaitannya dengan kesuburan tanah yang dipergunakan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan bercocok tanam. Kesuburan tanah ini bisa memberikan pengaruh kepada tingkat keberhasilan dari tanaman yang ditanam pada lahan atau tanah tersebut. Dengan demikian tentunya ketika akan melakukan usaha bercocok tanam, terlebih dahulu harus berusaha mempelajari mengenai hal - hal yang berkaitan dengan kesuburan tanah. Ketika kita mempelajari mengenai hal - hal yang berhubungan dengan kesuburan tanah tentunya kita juga harus berusaha mempelajari cara untuk memperbaiki atau meningkatkan tingkat kesuburan tanah. Pada catatan kali ini kita akan secara bersama - sama mempelajari mengenai faktor - faktor yang memberikan pengaruh terhadap kesuburan tanah.

Memahami mengenai kesuburan tanah yang terdapat di alam

Tanah yang subur tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan makhluk hidup yang ada di lingkungan tersebut. Kesuburan tanah ini merupakan tingkat kemampuan tanah agar dapat dipergunakan atau dimanfaatkan untuk keperluan hidup sehari - hari. Tanah yang kondisinya subur cocok dipergunakan untuk kegiatan bercocok tanam sehingga bisa dipergunakan untuk menanam berbagai macam tanaman, sehingga bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari - hari. Tentunya untuk mendapatkan tanah yang subur ada beberapa aspek yang harus dipenuhi oleh tanah tersebut sehingga bisa membuat tanah tersebut tergolong tanah yang subur. Dalam membahas mengenai kesuburan tanah objek utamanya adalah tanah sedangkan tanaman yang ditanam pada tanah tersebut dapat dipergunakan sebagai indikator untuk mengetahui tingkat kesuburan dari tanah tersebut. Semakin bagus dari tanaman yang ditanam pada tanah tersebut berarti menandakan tanah tersebut memiliki tingkat kesuburan yang bagus. Akan tetapi sebaliknya bilamana tanaman yang ditanam tidak bisa tumbuh dengan baik maka kondisi tanahnya bisa didapatkan kesimpulan bahwa tingkat kesuburannya kurang subur atau kurang baik.

Di dalam bidang ilmu pengetahuan ada suatu disiplin ilmu sendiri yang mempelajari mengenai tanah disiplin ilmu tersebut disebut dengan ilmu tanah. Ilmu tanah ini mempelajari mengenai segala sesuatu yang terdapat kaitannya dengan tanah. Tanah ini memiliki peranan yang sangat penting hal penyerapan air yang terdapat di alam dan menekan masalah yang berkaitan dengan peristiwa erosi. Meskipun demikian tanah sendiri juga dapat mengalami erosi yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Tanah yang terdapat di alam ini pada setiap wilayah memiliki komposisi penyusun tanah yang tidak sama atau berbeda. Pada umumnya semua tanah mengandung komposisi yang kurang lebih sama yang selalu ada yakni udara dan air. Tingkat kesuburan tanah yang terdapat bebas di alam ini tergantung pada tingkat kandungan air, oksigen, unsur hara, kondisi fisik, dan unsur toksik (zat penghambat) yang terdapat pada tanah tersebut.

Air, merupakan bagian dari unsur yang menjadi penentu atau dapat memepengaruhi tingkat kesuburan dari tanah. Air ini terdapat secara bebas dan tersedia secara alami di alam, meskipun demikian tidak jarang dari tanah yang tidak dapat menyediakan air yang cukup untuk kehidupan yang berlangsung di atasnya. Tanah yang memiliki kesuburan baik ini tentunya dapat memberikan kesedian air yang cukup untuk kehidupan yang berada di atas tanah tersebut. Kelebihan atau kekurangan ketersediaan air yang dimiliki oleh tanah tersebut akan dapat memberikan pengaruh bagi kelangsungan kehidupan pada tanah tersebut. Dengan demikian ketersedian air yang disediakan oleh tanah memang sebaiknya sesuai dengan kebutuhan dari kehidupan yang terdapat pada tanah tersebut.

Ketersediaan air yang dimiliki oleh tanah ini tentunya akan memberikan pengaruh pada tingkat tumbuh pada tumbuhan pertanian. Selain itu keadaan air yang dimiliki oleh tanah ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, yang mana suhu udara keadaan atmosfer juga dapat memberikan pengaruh mengenai cepat lambatnya air tersebut hilang dari tanah, banyak sedikitnya air yang diperlukan oleh suatu tanaman pertanian. Ada kalanya air yang terdapat di tanah ini dilakukan pembuangan, usaha pembuangan air ada kaitannya dengan keperluan untuk penggunaan oksigen. Pada hakikatnya tanaman pertanian dipengaruhi oleh ketersediaan air pada tanah yang dipergunakan untuk kegiatan pertanian tersebut. Pada umunya ketika ketersediaan air pada suatu tanah kekurangan maka adapun tanaman pertanian akan dibatasi, karena bilamana kekurangan air maka tanaman pertanian akan mengalami gangguan pada tingkat pertumbuhannya.

Oksigen, juga merupakan unsur di alam yang memiliki peranan sebagai penentu dari tingkat kesuburan dari suatu tanah. Oksigen ini juga memberikan pengaruh terhadap tingkat kehidupan dari lingkungan di sekitar tanah tertentu. Makhluk hidup pada utamanya memerlukan lingkungan yang memiliki ketersediaan oksigen yang cukup, ketersediaan oksigen ini dipergunakan untuk melakukan proses pembakaran secara fisiologi atau fotosintesis. Bilamana dalam proses pertumbuhan tanaman ketersediaan dari oksigen terganggu maka akar akan kekurangan oksigen dan berdampak pada proses respirasi terganggu. Dengan kondisi yang seperti ini tentunya akan memberikan dampak yang kurang baik pada proses penyerapan bahan - bahan organik dari dalam tanah yang dipergunakan untuk proses pembakaran fisiologis atau fotosintesis. Bilamana proses fotosintesis pada tumbuhan terganggu maka kesehatan yagn dimiliki oleh tanaman juga mengalami gangguan. Akar yang dimiliki oleh tanaman ini memiliki lubang - lubang kecil yang mana dinamakan dengan lentisel dan dipergunakan oleh tanaman untuk melakukan pertukaran udara dan oksigen dapat melakukan proses difusi masuk ke dalam sel - sel tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan proses pernapasan atau respirasi.

Unsur - unsur hara, kesuburan yang dimiliki oleh tanah ini tidak kalah pentingnya juga dipengaruhi oleh beberapa unsur hara esensial yang terkandung di dalam tanah tersebut. Unsur - unsur hara yang dimiliki oleh tanah juga ikut memberikan pengaruh pada tingkat kesuburan dari tanah tersebut. Dewasa ini dapat diketahui bahwasanya ada enam belas jenis unsur hara yang dapat memberikan pengaruh penting pada kualitas dari tanaman yang tumbuh pada tanah tersebut. Beberapa unsur hara tersebut diantaranya dapat dibedakan menjadi unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro adalah unsur hara yang diperluakan dalam jumlah banayak atau besar, sedangkan unsur hara mikro adalah unsur hara yang diperlukan dalam jumlah kecil atau sedikit. Unsur hara yang tergolong ke dalam unsur makro diantaranya nitrogen, posfor, kalium, kalsium, magnesium, dan belerang. Adapun unsur hara yang termasuk ke dalam unsur hara mikro diantaranya mangan, besi, boron, seng, tembaga, molybdenum, dan klor. Kebanyak atau sebagian besar dari unsur hara baik mikro atau pun makro diperoleh dari tanah. Selain itu ada juga unsur hara yang diperoleh dari udara yakni hidrogen, oksigen, dan karbondioksida dipergunakan oleh tanaman dalam melakukan proses fotosintesis. Tidak semua dari unsur hara yang diperlukan oleh tanaman ini dapat dipenuhi oleh tanah akan tetapi tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang baik tentunya mengandug atau dapat menyediakan sebagian besar dari unsur - unsur yang diperlukan oleh tanaman.


Mempelajari Mengenai Tenaga Endogen Di Alam

Mempelajari Mengenai Tenaga Endogen Di Alam

Alam merupakan suatu tempat yang sangat kaya akan sumber kebutuhan untuk memenuhi keperluan hidup makhluk hidup. Di alam bebas ini ternyata terdapat tenaga yang mana tenaga ini dapat memiliki dampak yang bermacam - macam bagi kehidupan makhluk hidup dan lingkugan. Tenaga yang dimiliki oleh alam ada tenaga endogen dan tenaga eksogen. Pada catatan kali ini akan mengajak kita bersama - sama untuk mengetahui mengenai tenaga endogen yang terdapat di alam. Sedangkan mengenai tenaga eksogen telah dibahas pada catatan sebelumnya.Beberapa pokok pembahasan yang akan disajikan dalam catatan kali ini mengenai pengertian dari tenaga endogen, pengaruh tenaga endogen, macam - macam tenaga endogen, dan hal - hal lain yang berkaitan dengan tenaga endogen yang terdapat di alam. Untuk dapat semakin memahami maka diusahakan untuk menyimak tulisan kali ini. Semoga isi yang disampaikan dalam tulisan kali ini dapat menambah perbendaharaan informasi teman - teman semua mengenai tenaga endogen yang terdapat di alam.

Pengertian dan sifat yang dimiliki oleh tenaga endogen

Pengertian dari tenaga endogen merupakan suatu bentuk tenaga yang berasal dari dalam bumi yang dapat menyebabkan perubahan pada bagian kulit bumi. Tenaga endogen ini dapat membuat bagian kulit bumi berubah bentuk dari bentuk semulanya. Dengan demikian bilamana tenaga endogen ini muncul atau timbul pada suatu wilayah maka dapat mempengaruhi lingkungan tempat hidup dari makhluk hidup. Perubahan dari lingkungan tempat hidup makhluk hidup ini tentunya juga akan memberikan pengaruh pada pola kehidupan dari suatu makhluk hidup. Dengan adanya perubahan lingkungan dan pola kehidupan dari awalnya maka otomatis akan menuntut makhluk hidup untuk menyesuaikan diri lagi dengan keadaan lingkungan yang telah mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Bilamana makhluk hidup tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang telah mengalami perubahan akibat dari timbulnya tenaga endogen maka makhluk hidup tersebut akan tidak bisa mempertahankan kehidupanya.

Tenaga endogen yang terdapat di alam ini juga memiliki sifat yang dapat memberikan dampak pada lingkungannya. Sifat yang dimiliki dari tenaga endogen ini yaitu membuat bumi memiliki bentuk yang tidak rata. Dengan keadaan yang seperti ini tentunya tenaga endogen dapat memberikan pengaruh pada kondisi bumi. Kondisi yang semulanya datar ketika timbul tenaga endogen menjadi berubah bentuk tidak datar lagi. Dengan adanya dari tenaga endogen yang dimiliki oleh bumi menyebabkan bumi memiliki bagian yang tinggi dan bagian yang rendah. Pada kenyataannya yang dapat dilihat oleh mata telanjang bagian bumi ada yang berupa gunung, bukit/ pegunungan yang menjulang tinggi. Selain itu ada bagian bumi yang turun menjadi lebah atau jurang, yang tentunya bentuk - bentuk bumi seperti ini disebabkan oleh adanya tenaga endogen yang dimiliki oleh bumi.

Pengelompokan dari tenaga endogen yang dimiliki oleh bumi

Tenaga endogen yang timbul di alam ini berwujud dalam berbagai macam bentuk yang berbeda - beda. Masing - masing bentuk dari tenaga endogen yang dimiliki oleh bumi ini memiliki pengaruh dan penyebab yang tidak sama antara yang satu dengan yang lain. Pengelompokan dari jenis tenaga endogen ini diantaranya berupa peristiwa tektonisme, vulkanisme, dan seisme. Berbagai kelompok atau peristiwa yang termasuk ke dalam tenaga endogen memiliki pemaparan yang tentunya berbeda antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lainnya. Berikut ini akan berusaha memberikan pemaparan secara singkat mengenai berbagai peristiwa yang termasuk ke dalam tenaga endogen yang telah disebutkan sebelumnya.

Tektonisme, juga merupakan salah satu bentuk dari peristiwa sebagai bukti mengenai adanya atau terjadinya tenaga endogen yang dimiliki oleh bumi. Peristiwa tektonisme ini merupakan suatu peristiwa yang berhubungan dengan kerak bumi. Dapat diartikan bahwasanya peristiwa tetonisme adalan suatu peristiwa perubahan letak kerak bumi dalam skala besar meliputi lipatan, patahan, dan tektonisme yang terjadi pada lempeng bumi (tektonisme lempeng). Tektonisme lempeng, menerangkan bahwasanya perubahan bumi secara mendatar atau vertikal. Lempeng - lempeng bumi memiliki gerakan yang bermacam - macam jenisnya diantaranya divergen (gerakan saling menjauh), konvergen (gerakan saling mendekat), dan geseran (gerakan bergeser). Palung laut yang ada di bumi ini terbentuk sebagi wujud dari tumpukan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang mana menyebabkan lempeng samudera bergeser ke bawah dan juga membentuk palung laut.

Vulkanisme, bagian dari peristiwa yang termasuk sebagai wujud dari tenaga endogen bumi. Peristiwa vulkanisme ini bisa diartikan sebagi suatu bentuk proses atau peristiwa naiknya magma dari bagian dalam bumi sehingga ada dari sebagian magma muncul ke bagian permukaan bumi, dan ada juga sebagian dari magma bumi menyusup ke bagian dalam kerak bumi. Magma dari dalam bumi ini dapat naik dan muncul ke permukaan bumi, karena adanya dorongan dari gas - gas yang terdapat pada bagian magma. Semakin dalam dari letak magma di dalam bumi maka letusan yang diakibatkan oleh gunung berapi semakin besar atau dahsyat. Adapun manfaat yang dapat di ambil dengan adanya peristiwa vulkanisme ini adalah dapat dijadikan sebagai sumber mineral pada daerah yang mengalami periswa vulkanisme ini; peristiwa vulkanisme menyebabkan daerah yang berdampak akibat peristiwa ini menjadi semakin subur; selain itu dengan adanya vulkanisme ini juga dapat di jadikan objek wisata dan masih banyak manfaat lainnya.

Seisme, dinamakan atau lebih dikenal juga dengan gempa bumi. Peristiwa seisme ini terjadi secara alami dan juga tidak dapat diperkirakan secara pasti. Seisme ini dapat diartikan sebagai kejadian getaran - getaran pada kerak bumi yang mana disebabkan oleh adanya tenaga - tenaga atau kekuatan - kekuatan yang berasal dari dalam bumi. Di dalam ilmu pengetahui ada sendiri bidang ilmu yang mempelajari mengenai hal - hal yang berhubungan dengan gempa bumi atau seisme yakni bidang atau disiplin ilmu seismologi. Ada pun juga alat untuk mencatat mengenai gempa bumi dinamakan dengan seismograf, sedangkan rekaman atau hasil dari pencatatan seismograf dinamakan dengan seismogram. Dengan adanya ilmu yang mempelajari mengenai gempa bumi ini tentunya diharapkan akan adanya informasi mengenai hal - hal yang berhubungan dengan gempa bumi sehingga akan menambah pengetahuan dari kita semua mengenai gempa bumi.


Menambah Pemahaman Mengenai Tenaga Eksogen Di Alam

Menambah Pemahaman Mengenai Tenaga Eksogen Di Alam

Salam belajar bagi kita semua, pada kesempatan kali ini kita akan secara bersama - sama untuk mempelajari atau menambah pengetahuan kita mengenai tenaga eksogen yang terdapat di alam bebas ini. Tenaga yang terdapat di alam bebas ini tentunya akan memberikan pengaruh pada berbagai aspek yang terdapat di dalam kehidupan. Aspek kehidupan yang dipengaruhi oleh tenaga eksogen ini dapat berhubungan dengan berbagai macam makhluk hidup yang terdapat di alam. Pada catatan yang dimuat pada blog sederhana kali ini akan berusaha untuk memberikan informasi kepada kita mengenai hal - hal yang berkaitan dengan tenaga eksogen. Beberapa hal - hal pokok yang akan menjadi pembahasan pada catatan yang berhubungan dengan tenaga eksogen kali ini diantaranya mengenai pemahaman dari tenaga eksogen itu sendiri, peristiwa pelapukan merupakan jenis tegaga eksogen, erosi peristiwa bagian dari tenaga eksogen, masswasting, dan peristiwa sedimentasi. Langsung saja untuk semakin menambah pengetahuan kita mengenai tenaga eksogen maka silahkan untuk menyimak catatan kali ini secara seksama.

Pemahaman mengenai tenaga eksogen 

Memahami mengenai tenaga eksogen merupakan suatu kegiatan yang akan memberikan diri kita pemahaman atau informasi yang lebih banyak mengenai peristiwa - peristiwa atau kejadian - kejadian yang terjadi di alam. Tenaga eksogen ini secara garis besar atau kasaran dapat dipahami sebagai suatu tenaga yang timbul secara alami ataupun disebabkan oleh faktor - faktor tertentu yang dapat menimbulkan tenaga eksogen ini. Tenaga eksogen ini timbul tentunya faktor penyebabnya tidak hanya satu macam saja tetapi ada berbagai macam faktor penyebab dari timbulnya tenaga eksogen. Timbulnya tenaga eksogen ini tentunya akan memberikan dampak atau akibat pada lingkungan kehidupan.

Pengertian atau pemahaman yang dapat diambil dari tenaga eksogen yaitu merupakan suatu bentuk tenaga geologi yang mana tenaga geologi ini dapat memberikan pengaruh untuk memotong daerah yang tinggi dan mengisi pada daerah - daerah yang memiliki kondisi rendah. Tenaga eksogen ini memiliki sifat yang merusak atau bersifat meratakan dari kondisi lingkungan tempat timbulnya tenaga eksogen tersebut. Adapun faktor - faktor yang terdapat di alam sebagai penyebab timbulnya tenaga eksogen diantaranya tenaga yang diakibatkan oleh angin, tenaga yang ditimbulkan oleh air, tenaga yang ditimbulkan oleh gletsyer, dan tenaga yang ditimbulkan oleh adanya sinar matahari. Dari berbagai macam penyebab dari timbulnya tenaga eksogen ini tentunya akan memberikan dampak atau akibat yang berbeda - beda pada lingkungan hidup disekitar tempat timbulnya tenaga eksogen tersebut.

Memahami pelapukan merupakan sebagai bentuk tenaga eksogen yang timbul di alam

Peristiwa pelapukan yang terjadi di alam merupakan salah satu bentuk dari tenaga eksogen yang mana juga merupakan suatu peristiwa penghancuran yang terjadi secara alami di alam. Pelapukan ini merupakan bentuk dari tenaga eksogen yang terjadi di alam dalam bentuk proses penghancuran batuan yang ada di alam menjadi bentuk partikel - partikel yang lebih kecil. Secara lebih spesifik proses pelapukan ini merupakan peristiwa penghacuran, perusakan dan pelepasan partikel - partikel batun menjadi bentuk atau ukuran yang lebih kecil. Dengan demikian dapat dipahami bahwasanya proses pelapukan ini berhubungan erat dengan mineral batuan yang terdapat di alam bebas. Adapun peristiwa pelapukan ini memiliki jenis - jenis yagn bermacam - macam diantaranya: pelapukan mekanik, pelapukan kimia, dan pelapukan biologis. 

Dari berbagai macam tipe dari pelapukan yang terdapat di alam dapat diketahui pengertian dari setiap jenis pelapukan tersebut seperti beberapa penjelasan berikut ini. Pelapukan mekanik (phisis) merupakan suatu bentuk pelapukan yang mana terjadinya karena adanya pengaruh dari suhu/sinar matahari dan adanya curah hujan yang berlangsung secara berulang - ulang dan dalam kurun waktu tertentu. Pelapukan biologis (organik), jenis pelapukan ini merupakan peristiwa pelapukan yang mana jenisnya disebabkan oleh faktor tumbuhan, hewan, dan manusia. Pelapukan kimia (chemis), jenis pelapukan yang mana timbulnya karena terjadinya proses kimiawi. Di daerah kapur banyak ditemukan berbagai bentuk dari pelapukan yang disebabkan oleh adanya zat - zat kimia yang biasa disebut dengan gejala karst. 

Erosi dan masswasting juga merupakan bentuk dari tenaga eksogen

Erosi merupakan juga salah satu bentuk peristiwa yang terjadi di alam secara alami. Peristiwa atau kejadian erosi ini juga sebagai bagian dari salah satu bentuk tenaga eksogen. Karena merupakan bagian dari tenaga eksogen yang timbul di alam secara alami tentunya juga dapat memberikan pengaruh pada kondisi lingkungan hidup alam sekitar. Kejadian erosi ini dapat diartikan sebagai suatu peristiwa perpindahan material yang telah mengalami pelapukan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Selain itu erosi ini juga dapat diartikan sebagai peristiwa pengikisan lapisan muka bumi yang disebabkan oleh material yang mengalami pemindahan atau telah dipindahkan dengan adanya peristiwa erosi ini. Di alam bebas ini erosi tidak serta merta timbul begitu saja akan tetapi disebabkan oleh berbagai macam tenaga yang ada di alam diantaranya erosi yang disebabkan oleh tenaga air, erosi yang disebabkan oleh tenaga angin, erosi yang disebabkan oleh tenaga gletsyer, erosi oleh air laut, dan erosi karena adanya gaya gravitasi bumi. Masing - masing erosi yang disebabkan oleh berbagai macam tenaga dari alam tersebut tentunya memberikan dampak yang berbeda - beda pada setiap wilayah tempat timbulnya peristiwa tersebut.

Peristiwa alam masswasting ini secara garis besar atau secara umum hampir sama dengan yang dinamakan peristiwa erosi. Persamaannya terletak pada peristiwa yang terjadi atau proses yang dijalankannya. Pengertian dari peristiwa masswasting ini dapat diartikan sebagai suatu proses pemindahan massa batuan atau mineral tanah secara besar - besaran ke suatu tempat yang mana kondisinya lebih rendah. Hal yang menjadi pembeda antara peristiwa masswasting dengan peristiwa erosi terletak pada tenaga yang menyebabkan pemindahan material dari bahan induk. Peristiwa masswasting ini disebabkan oleh tenaga gravitasi bumi. Adapun yang menjadi contoh dari peristiwa masswasting adalah tanah longsor, tanah amblas atau ambruk, tanah nendat, tanah mengalir, lumpur mengalir, dan rayapan tanah.

Sedimentasi sebagai wujud timbulnya tenaga eksogen di alam 

Di alam ini tentunya ada berbagai macam perwujudan dari tenaga eksogen yang bisa timbul, seperti halnya peristiwa sedimentasi yang terjadi di alam juga termasuk sebagai bentuk perwujudan dari tenaga eksogen. Pengertian dari peristiwa sedimentasi ini adalah suatu bentuk peristiwa diendapkannya material hasil erosi pada suatu tempat dengan bantuan oleh tenaga - tenaga alami. Pengendapan material - material erosi dapat terjadi atau bertempat di wilayah daratan, di wilayah sekitar aliran sungai, di dasar laut, danau, gurun dan dapat juga terjadi pada wilayah pantai. Terkadang juga material hasil sedimentasi ini dapat kembali mengalami erosi. Bilamana material hasil sedimentasi ini kembali mengalai erosi maka akan terbentuk suatu peneplain.

Memahami Kegunaan Dan Kerugian Angin Bagi Kehidupan

Memahami Kegunaan Dan Kerugian Angin Bagi Kehidupan

Angin, merupakan bagian dari alam yang tentunya juga dapat memberikan pengaruh bagi kelangsungan kehidupan dari berbagai jenis makhluk hidup. Pengaruh yang diberikan oleh angin ini dapat berupa pengaruh positif yang dapat dinamakan juga dengan kegunaan atau manfaat dari angin. Selain memberikan pengaruh dari segi positif angin juga dapat memberikan pengaruh dari segi negatif yang mana berupa kerugian yang dirasakan oleh kehidupan makhluk hidup. Pada intinya angin yang teradapat di alam bebas ini dapat memberikan pengaruh bagi keseimbangan lingkungan hidup baik dalam hal positif maupun dalam hal negatif. Di dalam catatan kali ini kita akan secara bersama - sama mempelajari atau mencari tahu mengenai beberapa kegunaan dan kerugian yang diberikan oleh angin.

Memahami dan mencari tahu manfaat atau kegunaan angin

Angin di dalam kehidupan makhluk hidup dapat memberikan banyak manfaat atau kegunaan yang bisa memberikan dampak bagi kehidupan makhluk hidup. Manfaat dari angin ini tentunya dapat bermacam - macam dan berbeda manfaat yang dapat dirasakan bagi setiap makhluk hidup. Angin dalam kehidupan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang yang berbeda - beda dengan tujuan yang berbeda - beda dan cara pemanfaatan yang berbeda - beda pula. Masing - masing kegunaan dari angin ini tentunya dapat dipergunakan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bagi makhluk hidup. Di dalam pembahasan ini kita akan mengidentifikasi berbagai manfaat dari angin bagi kehidupan sehari - hari.

Di dalam kehidupan sehiri - hari angin bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal diantaranya saja yaitu [#] ketika kita sedang mencuci pakaian akan tetapi suasana atau cuaca dalam keadaan mendung berarti tidak terdapat sinar mantahari (panas matahari) dengan bantuan dari angin yang bertiup pakaian dapat kering. Ketika selesai mencuci pakaian kita dapat menaruh pakaian yang telah selesai dicuci tersebut pada tempat yang teduh dan mudah terkena tiupan angin sehingga dengan sendirinya lama - kelamaan pakain akan kering dengan tanpa bantuan dari panas cahaya matahari. [#] Untuk anak - anak bermain, angin dapat dipergunakan untuk menerbangkan layang - layang. Ketika layang - layang terbang maka dapat di kendalikan dengan menggunakan benang yang terikat pada layang - layang. Arah gerakan dari layang - layang ini dapat didapatkan informasi mengenai arah gerakan dari tiupan angin.

[#] Untuk keperluan olahraga angin juga dapat dimanfaatkan yaitu diantaranya dapat dipergunakan untuk paralayang, terjun payung dan lain - lain jenis olahraga yang dapat memanfaatkan angin. Dengan menggunakan energi angin ini dalam kegiatan olahraga maka energi yang dimiliki oleh angin tidak akan tersia - siakan. Ketika melakukan olahraga terjun payung maupun paralayang kita dapat melihat pemandangan dari angkasa dengan bantuan dari energi angin. Selain dapat berolahraga tentunya dengan adanya energi angin ini dapat dipergunakan untuk berpariwisata melihat keindahan pemandangan dari angkasa. [#] Dalam hal keperluan transportasi energi yang dimiliki oleh angin juga bisa dipergunakan yakni dapat dipergunakan untuk menggerakan kapal layar. Dengan memanfaatkan arah tiupan angin maka kapal layar dapat bergerak melaju menuju ke tempat tujuan. Selain bertransportasi menggunakan kapal layar dengan bantuan angin, tentunya kita dapat melihat pemandangan di perairan sehingga dapat menghilangkan stress.

[#] Pemanfaatan energi angin untuk sumber daya energi listrik yang mana dengan menggerakan baling - baling atau kincir angin. Dengan menggerakan kincir angin atau baling - baling yang pada bagian porosnya diberi motor atau dinamo yang kemudian digerakan dengan bantuan tenaga angin, maka dapat menghasilkan listrik yang dapat dipergunakan untuk keperluan kehidupan sehari - hari. Pemanfaatan energi angin untuk dapat menghasilkan listrik maka dapat dipergunakan sebagai sumber energi alternatif.

Memahami Perambatan Bunyi Dan Kuat Bunyi

Memahami Perambatan Bunyi Dan Kuat Bunyi

Pemahaman mengenai bunyi tentunya masih ada banyak hal yang bisa ketahui yang berhubungan dengan bunyi. Pada catatan sebelumnya pada blog ini telah diuraikan mengenai bagaimana bunyi itu dapat terjadi. Pada catatan kali ini kita akan sama - sama memahami mengenai perambatan bunyi dan juga tingkat kuat bunyi. Bunyi yang timbul di kehidupan sehari hari ternyata juga dapat melakukan perambatan. Selain dapat melakukan perambatan bunyi itu juga dapat mengalami peningkatan atau penurunan tingkat kuat bunyi. Untuk mengetahui informasi yang berhubungan dengan perambatan bunyi dan tingkat kuat bunyi maka silahkan menyimak isi catatan pada kesempatan kali ini dengan seksama.

Bunyi dapat mengalami perambatan atau bunyi itu dapat merambat

Bunyi yang terjadi di alam ini dapat mengalami perambatan sehingga dapat terdengar dengan jarak yang relatif jauh. Bunyi dapat mengalami perambatan ini tentunya akan memberikan manfaat bagi makhluk hidup yang hidup di alam ini. Dengan mengalami perambatan bunyi ini dapat terdengar dari tempat - tempat yang berbeda dari asal sumber bunyi tersebut. Ketika bunyi ini dapat terdengar dari tempat yang berbeda akan mempercepat bunyi tersebut tersebar ke segala arah.

Perambatan bunyi sehingga bisa terdengar atau sampai ke tempat - tempat yang bermacam - macam lokasinya, hal ini tentunya melewati suatu medium atau perantara. Perantara atau medium perambatan bunyi ini dapat berupa berbagai macam bentuk zat yang bermacam - macam. Jenis zat yang dapat digunakan oleh bunyi untuk melakukan perambatan diantaranya gas, padat, dan cair. Berbagai jenis zat tersebut dapat dipergunakan oleh bunyi untuk melakukan perambatan sehingga bunyi tersebut dapat terdengar dari tempat yang tidak sama dari sumber berasalnya bunyi tersebut.

Bunyi dapat melakukan perambatan melalui benda gas, cair, dan padat. Zat perantara yang dipergunakan oleh bunyi untuk melakukan perambatan dinamakan dengan zat perantara atau medium perantara. Sebagai contoh dari benda yang dapat dipergunakan untuk perambatan bunyi adalah udara, air, dinding, kayu, dan beberapa benda lainnya yang tergolong di dalam benda cair, padat, atau pun benda gas. Bunyi ini tidak dapat dilihat bentuknya dan juga proses perambatan dari bunyi ini juga tidak dapat diamati. Untuk dapat mengetahui proses perambatan bunyi seperti atau mirip dengan merambatnya gelombang di dalam air. Ketika kita melemparkan batu atau kerikil ke dalam air tentunya kita akan melihat mengenai riak - riak melingkar yang bergerak ke tepi. Proses perambatan yang dialami oleh gelombang bunyi seperti halnya bentuk perambatan gelombang dalam air tersebut.

Ketika tidak tersedia medium atau zat untuk melakukan perambatan, maka bunyi tidak akan bisa merambat dan tidak akan terdengar dari tempat yang berbeda. Kondisi bunyi tidak dapat merambat ini bilamana sumber bunyi tersebut berada pada suatu tempat yang keadaannya hampa udara. Keadaan yang hampa udara sehingga bunyi tidak dapat melakukan perambatan ini seperti yang berada pada angkasa luar dan juga pada daerah yang berlokasi di bulan. Keadaan di bulan sunyi karena tidak terdengar bunyi apa pun.

Waktu yang diperlukan oleh bunyi untuk melakukan perambatan memerlukan waktu yang relatif lama. Kejadian atau peristiwa yang memperlihatkan bahwasanya bunyi memerlukan waktu yang relatif lama untuk melakukan perambatan yaitu seperti timbulnya petir yang mana di dahului oleh kilat terlebih dahulu yang baru kemudian terdengar suara petir. Dengan adanya kejadian ini dapat diambil pemahaman bahwasanya kecepatan perambatan bunyi lebih lama jika dibandingkan dengan cepat rambat kilat atau cahaya. Ketika dapat diambil pemahaman yang demikian ini juga bisa didapatkan informasi kalau bunyi ini benar - benar melakukan perambatan untuk bisa terdengar pada suatu daerah yang berbeda.

Dari berbagai pemaparan mengenai bunyi yang telah dipaparkan pada paragrap sebelumnya dapat kita ambil beberapa pemahamanan. Pertama, bunyi yang ada di alam ini dapat mengalami perambatan melalui berbagai macam medium perantara yang berbentuk zat padat, zat gas, dan zat cair. Kedua, pada kondisi atau keadaan yang hampa udara bunyi tidak dapat melakukan perambatan. Ketiga, proses permbatan bunyi dapat dilihat dalam bentuk gelombang bunyi. Terakhir bunyi dalam melakukan perambatan pada zat perantara atau medium perantara memerlukan waktu dalam perambatannya.

Bunyi memiliki tingkat kuat atau level kuat bunyi

Dalam pembahasan catatan sebelumnya telah kita ketahui mengenai bagaimana bunyi yang terdapat di alam ini timbul, sekarang di dalam catatan kali ini selain mengetahui mengenai proses perambatan bunyi seperti yang telah di paparkan pada beberapa paragrap di atas. Pada bagian ini kita juga akan belajar mengetahui mengenai tingkat kekuatan suatu bunyi yang terdapat di alam. Bunyi yang timbul di alam ini tentunya memiliki tingkat kekuatan yang berbeda - beda. Dari tingkat bunyi yang dimiliki oleh bunyi tersebut tentunya ada suatu hal yang menjadi penyebab dari kuat lemahnya suatu bunyi. Untuk mengetahui penyebab dari kuat lemahnya suatu bunyi kita akan mengetahui dalam pembahasan berikut ini.

Sebenarnya tingkat lemah kuatnya suatu bunyi tersebut di tentukan oleh besar kecilnya amplitudo yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Semakin besar nilai amplitudo dari benda yang bergetar tersebut maka tingkat bunyi yang dihasilkan semakin meningkat atau semakin keras. Begitu pula sebaliknya semakin kecil nilai amplitudo maka semakin lemah tingkat bunyi yang dihasilkan. Tingkat lemah kuatnya suatu bunyi yang dihasilkan oleh suatu benda yang terdapat di alam dipengaruhi oleh nilai amplitudo getaran dari benda yang bergetar. Dengan demikian kita dapat mengatur lemat kuatnya dari bunyi yang dihasilkan oleh suatu benda dengan mengatur nilai dari amplitudo getaran dari suatu benda tersebut.

Pada pembahasan dalam catatan kali ini kita telah mengetahui mengenai peristiwa perambatan yang dialami oleh bunyi. Selain itu kita juga mengetahui megenai level atau tingkat kuat bunyi yang dihasilkan oleh suatu benda atau sumber bunyi. Perambatan bunyi melalui suatu zat perantara atau medium perantara baik berupa zat padat, cair, maupun gas. Tingkat kuat lemahnya bunyi yang dihasilkan oleh suatu sumber bunyi dipengaruhi oleh nilai besar kecilnya dari amplitudo getaran suatu benda atau sumber bunyi. Dengan menyimak sekelumit catatan dalam blog sederhana ini maka kita dapat sedikit mengetahui mengenai perambatan dan kuat bunyi. Tentunya hal - hal yang berkaitan dengan bunyi masih banyak lagi selain dari perambatan dan tingkat kuat yang dimiliki oleh bunyi. Dengan masih banyaknya hal - hal yang berkaitan dengan bunyi maka kita harus berusaha untuk mencari pengetahuan yang berhubungan dengan bunyi agar pengetahuan yang kita punyai semakin bertambah dan dapat dimanfaatkan pada kemudian hari.


Memahami Rangka Tubuh Manusia

Memahami Rangka Tubuh Manusia

Manusia sebagai makhluk hidup yang mempunyai akal, ternyata tubuh yang dimilikinya tersusun dari berbagai rangka yang berbeda - beda jenisnya. Rangka yang meyusun dari tubuh manusia ini ternyata ada berbagai macam bentuknya. Dari masing - masing bentuk rangka yang menjadi penyusun atau penyokong dari tubuh manusia tersebut ternyata kesemuannya memiliki fungsi atau kegunaan masing - masing. Masing - masing kegunaan dari rangka tubuh tersebut, pada intinya kesemuanya berguna untuk membantu manusia dalam melangsungkan hidupnya. Dari kesemua jenis rangka manusia itu semua memiliki kegunaan yang saling bekerjasama satu sama lain. Dengan adanya saling kerjasama antara rangka yang satu dengan jenis rangka yang lain menjadikan manusia dapat menjalankan kehidupan dengan normal dan tentunya semakin mampu untuk memenuhi kesemua kebutuhan dalam hidupnya. Dalam catatan kali ini kita akan secara bersama - sama untuk mempelajari mengenai berbagai macam rangka yang menjadi penyusun tubuh manusia. Untuk memahami berbagai jenis rangka yang menjadi penyusun tubuh manusia maka silahkan menyimak catatan kali ini dengan seksama.

Mengetahui pengertian dari rangka manusia

Rangka manusia ini tersusun dari berbagai macam bentuk tulang yang sambung menyambung atau saling melekat untuk membentuk tubuh manusia. Tulang - tulang yang menjadi penyusun dari rangka manusia memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda - beda. Dari masing - masing tulang yang menjadi penyusun dari rangka manusia ini saling melekat atau saling bersambungan satu sama lain melui sendi. Dengan demikian dapat diambil pengertian bahwasanya sendi merupakan tempat melekatnya tulang - tulang penyusun dari rangka manusia. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan pengertian dari rangka adalah suatu bentuk susunan - susunan dari tulang - tulang berbeda jenis yang saling berhubungan satu sama lain melalui suatu sendi. 


Rangka yang menjadi penyusun dari bentuk tubuh manusia tersusun dari tulang - tulang. Tulang  - tulang ini terbuat dari zat kapur dan zat perekat. Zat kapur yang menjadi penyusun dari tulang yakni kalsium fosfat, sedangkan zat perekatnya berupa kolagen. Tulang - tulang yang menjadi penyusun dari rangka ini memiliki struktur yang sangat kuat dan keras, akan tetapi ringan. Dengan kondisi tulang yang seperti demikian ini maka menjadikan tulang menjadi struktur yang sangat kokoh dan ringan untuk digerakan. Kondisi yang semacam ini tentunya membuat manusia merasa nyaman untuk melakukan kegiatan dalam kehidupannya.

Berbagai jenis rangka penyusun tubuh manusia

Tubuh manusia sebenarnya tersusun atau terbentuk dari berbagai macam rangka yang tidak sama diantaranya saja rangka kepala, rangka badan, dan rangka angota gerak. Masing - masing rangka ini saling bekerja sama untuk mejadikan tubuh manusia yang sempurna. Dengan kondisi tubuh manusia yang sempurna maka manusia dapat menjalankan kehidupannya dengan sebagaimana mestinya. Tubuh manusia akan dapat berjalan atau berfungsi dengan normal bilamana kesemua rangka yang menjadi penyusun tubuhnya saling bekerja sama dengan baik. Akan tetapi bilamana ada salah satu jenis rangka yang tidak dapat berfungsi atau kehilangan fungsi karena suatu hal maka proses jalannya kehidupan manusia juga akan kesulitan. Pada pembahasan berikut ini kita akan mengetahui pemaparan dari masing - masing jenis rangka yang telah disebutkan sebelumnya. Silahkan menyimak pemaparan di bawah ini untuk semakin menambah pemahaman mengenai rangka - rangka yang menjadi penyusun tubuh manusia.

Demikianlah secara ringkas mengenai uraian dari rangka tubuh yang dimiliki oleh manusia. Semoga uraian ringkas mengenai rangka tubuh yang dimiliki oleh manusia ini dapat memberikan gambara mengenai rangka yang menjadi penyusun dari tubuh kita.