Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Perlakuan Dalam Memelihara Tumbuhan Dan Binatang

Perlakuan Dalam Memelihara Tumbuhan Dan Binatang

Kegiatan memelihara binatang atau memelihara tanaman dalam kehidupan sehari - hari tentunya dapat dijadikan sebagai suatu kegiatan yang positif. Kegiatan positif ini semisalnya saja dapat dijadikan sebagai suatu hobi, hiburan, untuk memanfaatkan waktu luang dan masih banyak kegitan positif lainnya. Dalam melakukan kegiatan pemeliharaan binatang atau tanaman ini tentunya tidak asal memelihara untuk mendapatkan manfaatnya. Akan tetapi dalam melakukan kegiatan ini harus memperlakukan binatang atau tumbuhan yang dipelihara sebagai mana mestinya. Bilamana binatang atau tanaman yang dipelihara diperlakukan dengan baik tentunya akan memberikan manfaat yang baik. Oleh karena itulah dalam catatan kali ini akan berusaha untuk mengetahui mengenai perlakuan yang diperlakukan pada binatang peliharaan dan tanaman yang dipelihara agar memperoleh manfaat yang baik tentunya. Mari sama - sama kita mempelajari hal - hal apa saja yang harus dilakukan untuk diberikan pada binatang atau tumbuhan yang kita pelihara.

Hal yang perlu dilakukan dalam memelihara tanaman

Memelihara tanaman, juga merupakan suatu bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi kita yang senang dalam memelihara tanaman. Bilamana kita senang dalam hal memelihara tanaman tentunya kita juga akan mempelakukan tanaman sebagaimana seharusnya atau semestinya. Tanaman itu juga merupakan makhluk hidup yang tidak jauh berbeda dengan makhluk hidup lainnya yang ada di alam bebas ini. Makhluk hidup memerlukanan tanaman atau tumbuhan juga memerlukan makanan. Dengan demikian bilamana kita memelihara tanaman tentunya juga memberikan makanan yang sesuai atau cukup pada tanaman yang kita pelihara. Dengan tersedianya persediaan makanan yang cukup dan sesuai tentunya akan memberikan dampat pada tanaman atau tumbuhan yang dipelihara memiliki kondisi yang baik dan berkembang dengan normal.

Makanan yang dimanfaatkan oleh tanaman berasal dari dalam tanah. Sehingga tanah tempat tanaman tumbuh tersebut harus menyediakan makanan yang sesuai dan cukup untuk dipergunakan oleh tanaman yang tumbuh di tanah tersebut. Makanan yang dibutuhan tanaman dari tanah berupa unsur hara dan air. Dalam memelihara tanaman, semestinya kita menempatkan tanaman tersebut pada tanah yang mengandung unsur hara dan air yang cukup. Tanah yang dipergunakan untuk menanam atau memelihara tanaman dengan memiliki kandungan zat hara yang cukup banyak biasanya dikenal atau disebut dengan tanah subur. Jenis tanah yang disebut dengan tanah tandus ini tentunya bisa menyedian berbagai macam unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tahaman yang dipelihara dengan menggunakan jenis tanah ini dapat tumbuh dengan sehat atau normal. Ada pun jenis tanah yang memiliki kandungan unsur hara yang sedikit sehingga menyebabkan tanaman kekurangan unsur hara, jenis tanah seperti demikian ini dinamakan dengan tanah tandus. Jenis tanah tandus ini memberikan pengaruh pada pertumbuhan tanaman yang mana mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu atau pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Tanah subur sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.

Kondisi tanah yang tandus dapat diusahakan untuk menjadi tanah yang subur. Usaha dalam mengubah tanah tandus menjadi tanah subur, tentunya dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan yang cukup dan secara teratur. Akan tetapi dapat pula tanah yang sudah subur dapat menjadi tanah tandus, bilamana tanah tersebut ditanami secara terus menerus tanpa dilakukan pemupukan yang cukup dan secara teratur. Dengan adanya kondisi yang demikian tentunya untuk menjadi agar kondisi tanah tetap subur dapat dilakukan dengan melakukan pemupukan secara cukup dan teratur.

Tanaman yang sudah ditanam tentunya akan memiliki daya pertumbuhan yang baik bilamana pada tanah tempat tanaman tersebut tumbuh ditambahi zat - zat makanan yang sesuai dan cukup. Zat - zat makanan ditambahkan ke dalam tanah ini tentunya sangat diperlukan guna meningkatkan daya pertumbuhan tanaman yang dipelihara. Penambahan zat - zat makanan atau zat hara ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan secara teratur. Pemupukan secara teratur ini bertujuan agat zat hara yang diperlukan oleh tanaman selalu tersedia dengan cukup pada tanah tempat tanaman tersebut tumbuh. Usaha pemupukan pada tanaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk alam dan pupuk buatan. Pemberian pupuk pada tanaman ini juga harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Pupuk alam adalah jenis pupuk yang terjadinya atau pembuatannya tidak melalui proses secara kimia. Pupuk alam ini berasal dari sisa - sisa makhluk hidup yang terjadi secara aalami dan terbentuk dengan sendirinya. Jenis pupuk yang tergolong ke dalam bentuk pupuk alam diantaranya pupuk hijau, pupuk kandang, dan kompos. Pupuk hijau adalah pupuk yang terjadinya berasal daun - daunan tanaman yang membusuk. Pada umumnya pupuk hijau ini berasal dari daun - daun tanaman jenis kacang - kacangan, misalnya orok - orok. Pupuk kandang adalah jenis pupuk alam yang berasal dari kotorangan binatang. Kompos adalah jenis pupuk alam yang mana merupakan percampuran dari daun - daunan yang membusuk dan kotoran - kotoran binatang yang membusuk. Pupuk buatan adalah jenis pupuk yang pembuatannya melalui proses secara kimia. Biasanya pupuk buatan ini dibuat oleh pabrik pembuat pupuk yang mana pembuatanya melalui proses secara kimia dengan menggunakan bahan - bahan kimia.

Dalam peramutan atau pemeliharaan tanaman selain memberikan pupuk yang cukup dan teratur, tanaman juga memerlukan air. Dengan demikian pemberian air pada tanaman ini juga harus seimbang dengan pemberian pupuk pada tanaman. Air yang diberikan pada tanaman ini dimanfaatkan oleh tanaman untuk membuat makanan. Pembuatan makanan pada tanaman ini melalui proses yang dinamakan dengan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah suatu proses pembuatan makanan yang dilakukan oleh tanaman dengan bantuan cahaya. Dalam peramutan tanaman, air juga dapat dimanfaatkan untuk melarutkan zat hara dalam tanah. Tanaman menyerap zat hara dari tanah dalam bentuk larutan. Tiap - tiap jenis tanaman memerlukan jumlah air yang berbeda. Terlalu banyak air yang terdapat di dalam tanah juga dapat mengakibatkan akar tanaman menjadi membusuk. Akan tetapi juga sebaliknya kekurangan ketersediaan air dapat menyebabkan tanaman menjadi layu dan bahkan sampai tanaman menjadi mati. Dalam memberikan ari pada tanaman sebaiknya memperhatikan jumlah air yang diberikan dan juga waktu dalam memberikan air pada tanaman. Penyiraman atau pemberian air pada tanaman sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Tujuan dari pemberian air pada waktu pagi hari agar pada waktu siang harinya dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman untuk melakukan pembuatan makanan. Tanaman melakukan pembuatan makanan aktif pada waktu siang hari. Dengan melakukan pemupukan dan penyiraman yang cukup maka tanaman akan dapat tumbuh dengan baik dan normal sebagai mana mestinya.

Selain harus tercukupi zat hara dan air, tanaman yang dipelihara juga harus dalam keadaan atau kondisi terbebas dari hama dan penyakit tanaman. Hama dan penyakit tanaman dapat mengganggu pertumbuhan dari tanaman yang dipelihara. Mengatasi hama dan penyakita pada tanaman dapat dilakukan dengan memberikan obat - obat tanaman secara teratur. Akan tetapi dalam pemberian obat - obatan tanaman harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Bilamana pemberian dosis yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Selain itu bila dosis yang diberikan pada tanaman tidak sesuai akan berakibat hama tanaman tersebut menjadi kebal dan sulit untuk dilakukan pemberantasan.

Hal yang dilakukan dalam memelihara binatang

Memelihara binatang tidak jauh berbeda dengan memelihara tanaman, dikarenakan binatang atau hewan juga merupakan makhluk hidup. Dalam memelihara binatang membutuhkan perawatan dan perlakuan yang sesuai. Perlakuan yang diberikan pada binatang ini tentunya dimaksudkan agar binatang yang dipelihara selalu dalam keadaan yang sehat dan normal. Bilamana perawatan dan perlakuan yang diberikan pada binatang yang dipelihara sesuai dan dalam kondisi yang teratur maka binatang tersebut akan tumbuh secara normal. Perlakuan dan perawatan yang diberikan pada binatang juga tidak boleh asal - asalan.

Binatang yang kita pelihara tersebut juga memerlukan makanan agar dapat dalam kondisi yang normal. Makanan yang didapatkan oleh binatang ini paling tidak harus sesuai cukup dan dalam kondisi yang teratur. Selain makanan tentunya binatang juga memerlukan minuman dalam jumlah yang cukup dan teratur. Bilamana binatang mendapatkan makanan dan minuman dalam jumlah cukup dan teratur maka binatang yang kita pelihara akan cepat tumbuh besar dan dalam kondisi yang normal.

Setiap binatang yang dijadikan peliharaan tentunya berbeda jenis atau macamnya sehingga dari masing - masing binatang tersebut memiliki kebutuhan makanan yang berbeda - beda atau tidak sama. Perbedaan kebutuhan makanan yang diperlukan ini tergantung pada jenis dan umur dari binatang yang dipelihara. Pada umum binatang yang memiliki usia lebih muda memerlukan makanan yang lebih sedikit dibandingkan dengan hewan atau binatang yang sudah dewasa. Dengan kondisi yang demikian ini maka jangan memberikan makanan dan minuman dalam jumlah yang banyak pada hewan yang masih muda atau masih kecil. Atau mungkin malah sebaliknya memerikan makanan dalam jumlah yang sedikit pada hewan atau binatang yang sudah dewasa. Sebaiknya memberikan makanan pada binatang peliharaan sesuai dengan porsinya. Apabila binatang mendapatkan makanan dan minuman yang cukup maka binatang tersebut akan tumbuh dengan baik.

Perlakuan pada binatang peliharaan tentunya tidak hanya sebatas pada memberikan makanan dan minuman yang cukup saja. Binatangn peliharaan juga diperhatikan mengenai tempat tinggal dari binatang peliharaan tersebut. Bilamana binatang yang dipelihara ditempatkan pada sangkar atau kandang maka sebaiknya juga perlu memperhatikan mengenai kebersihan dari kandang atau sangkar yang ditempati oleh binatang tersebut. Memperhatikan tempat tinggal dari binatang peliharaan ini dapat dilakukan dengan menyiram atau mencuci tempat tinggal dari binatang peliharaan. Selain dengan mencuci dapat pula menyapu kandang tempat tinggal binatang peliharaan.

Disamping memperhatikan kebersihan dari tempat tinggal binatang peliharaan yang dipelihara, sebaiknya juga memperhatikan kebersihan dari binatang yang dipelihara tersebut. Cara memperhatikan kebersihan dari binatang peliharaan ini dapat dilakukan dengan cara memandikan binatang peliharaan. Selain itu ketika binatang peliharaan memiliki kesehatan yang terganggu maka dapat memberikannya obat yang sesuai. Bilamana binatang peliharaan dalam kondisi yang terawat maka binatang peliharaan ini akan berkembang dengan baik.

Metamorfosis Bagi Makhluk Hidup

Mempelajari mengenai makhluk hidup, setiap makhluk hidup tentunya mengalami proses perkembangan dan pertumbuhan dari bentuk yang sederhana sampai pada bentuk yang paling kompleks atau sampai pada bentuk yang sempurna. Tahapan - tahapan yang dilalui oleh makhluk hidup dari bentuk yang sederhana sampai pada bentuk yang kompleks atau sempurna ini pada umumnya dikenal dengan istilah metamorfosis. Di dalam catatan kali ini kita akan secara bersama - sama mempelajari mengenai hal - hal yang berhubungan dengan peristiwa atau proses metamorfosis yang dilakukan oleh makhluk hidup. Pada proses metamorfosis makhluk hidup memiliki tahapan - tahapan yang berbeda - beda setiap jenis makhluk hidup. Masing - masing tahap dari metamorfosis makhluk hidup, memiliki bentuk yang organ tubuh yang berbeda dari tahap yang satu dengan tahap yang lain. Untuk menambah pengetahuan kita mengenai proses metamorfosis yang dialami oleh makhluk hidup maka langsung saja kita bersama - sama mempelalajari mengenai apa - apa yang berkaitan dengan metamorfosis.
Metamorfosis yang dialami oleh makhluk hidup
Tahapan metamorfosis pada kupu - kupu

Mengetahui apa itu metamorfosis

Metamorfosis ada juga yang mengenal dengan istilah metabola kedua istilah ini memiliki pengertian yang sama. Proses metamorfosis dapat diartiakan sebagai suatu bentuk proses perubahan bentuk baik struktur maupun fungsi dari organ - organ tubuh makhluk hidup. Proses metamorfosis ini pada umumnya dapat dialami oleh makhluk hidup yang tergolong binatang. Binatang yang mengalami metamorfosis ini diantaranya golongan serangga dan katak. Sebagai contohnya saja tahapan atau proses metamorfosis yang terjadi pada serangga seperti yang diperlihatkan pada gambar tahapan metamorfosis kupu - kupu di atas. Tahapan metamorfosis binatang serangga kupu - kupu di atas merupakan tahapan dari metamorfosis yang secara normal atau sempurna. Kupu merupakan salah satu jenis serangga yang mengalami proses metamorfosis secara sempurna.

Pada gambar di atas diperlihatkan mengenai tahapan - tahapan yang dilakukan atau dilalui oleh makhluk hidup ketika mengalami metamorfosis secara normal atau sempurna. Proses metamorfosis yang berlangsung secara normal atau sempurna melakukan empat tahapan perkembangan seperti yang diperlihatkan pada gambar di atas. Keempat dari tahapan perkembangan makhluk hidup diantaranya antara lain dimulai tahap yang pertama adalah bentuk makhluk hidup sebagai telur. Telur merupakan tahapan pertama dari proses makhluk hidup yang mengalami metamorfosis. Setelah makhluk hidup dalam bentuk telur, maka telur tersebut selanjutnya mengalami proses penetasan yang mana menghasilkan makhluk hidup dalam bentuk muda yang dinamakan dengan larva. Larva merupakan bentuk termuda dari makhluk hidup dalam proses metamorfosis, dalam tahap larva ini makhluk hidup terus berusaha mengumpulkan energi untuk menuju ke tahap selanjutnya yakni tahap bentuk kepompong atau pupa. Dalam bentuk pupa atau kepompong merupakan masa istirahat atau bertapa dari makhluk hidup untuk menuju ke tahap atau bentuk yang sempurna yaitu bentuk dewasa. Setelah tahapan pupa atau kepompong usai maka tahapan selanjutnya adalah menjadi makhluk hidup bentuk yang sempurna yakni makhluk hidup dewasa dengan bentuk tubuh yang paling lengkap dari bentuk - bentuk sebelumnya.

Metamorfosis yang dialami oleh binatang serangga ini oleh para ahli digolongkan atau dibedakan menjadi tiga golongan jenis serangga. Tiga macam golongan serangga berdasarkan proses metamorfosis yang dialami diantaranya ametabola, hemimetabola, dan holometabola.Mengenai pemaparan penjelasan dari beberapa golongan dari serangga tersebut seperti yang diterangkan pada pemaparan berikut ini. Untuk mengetahui mengenai pemaparan maksud dari berbagai jenis atau golongan dari serangga yang telah dibedakan oleh para ahli silahkan menyimak beberapa pemaparan di bawah ini.

Serangga ametabola, merupakan suatu jenis golongan serangga yang mana tidak mengalami proses metamorfosis dalam proses kehidupannya. Sebagai contoh serangga yang termasuk kedalam golongan jenis serangga yang tidak mengalami metamorfosis atau ametabola adalah serangga kutubuku. Proses yang dilalui oleh binatang serangga termasuk kedalam ametabola yaitu [1] telur serangga menetas, [2] serangga menjadi hewan kecil, [3] serangga berkembang menjadi serangga dewasa. Proses yang dialami oleh serangga ametabola tidak mengalami perubahan bentuk organ tubuh akan tetapi hanya mengalami perubahan ukuran bentuk tubuh.

Serangga hemimetabola, merupakan suatu bentuk kelompok atau golongan serangga yang mana mengalami proses metamorfosis akan tetapi metamorfosis yang dialami tidak sempurna. Contoh dari beberapa serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna diantaranya belalang, laron, dan capung. Beberapa contoh serangga tersebut mengalami metamorfosis tidak sempurna yang mana hanya mengalai tiga tahapan dalam metamorfosis. Tiga tahapan perkembangan yang dialami oleh serangga hemimetabola diantaranya [1] telur, [2] larva (nimpa), [3] imago atau dewasa. Serangga hemimetabola ini tidak mengalami tahapan pupa atau kepompong sehingga proses metamorfosis yang dialami tergolong sebagai metamorfosis tidak sempurna.

Serangga holometabola, merupakan jenis kelompok serangga yang mana mengalami proses metamorfosis sempurna. Beberapa jenis serangga yang tergolong ke dalam serangga holometabola diantaranya kupu - kupu, lalat, dan nyamuk. Serangga golongan ini mengalami metamorfosis sempurna yang mana mengalami empat tahapan perkembangan metamorfosis yaitu telur, larva, pupa (kepompong), dan imago. Serangga jenis holometabola mengalami empat tahapan perkembangan dalam metamorfosis sehingga jenis metamorfosis yang dialami termasuk jenis metamorfosis sempurna.

Beberapa pemaparan yang telah dituliskan di atas merupakan beberapa penjelasan mengenai proses metamorfosis yang terjadi pada binatang serangga. Peristiwa metamorfosis ini selain dialami oleh binatang serangga juga dialami oleh binatang bertulang belakang yaitu binatang yang tergolong amfibi atau binatang yang hidup dua alam. Binatang yang bisa hidup dua alam atau amfibi ini contohnya binatang katak. Binatan katak ini mengalami proses metamorfosis dalam proses perjalanan hidupnya. Ada pun tahap metamorfosis yang dialami oleh binatang katak diantaranya yaitu [1] Telur - telur katak yang berada di dalam air yang terbungkus oleh lendir berkembang menjadi larva; [2] Larva dari binatang katak dilengkapi dengan suatu bentuk alat hisap untuk menempel pada rumput air, insang luar, dan gigi parut yang dipergunakan untuk memarut lapisan bawah daun rumput air; [3] Insang luar yang dimiliki oleh larva katak berangsur - angsur menghilang kemudian muncul insang dalam; [4] Kaki depan dari katak tumbuh dan berangsur - angsur ekor dari larva katak menyusut mengehilang dan terbentuklah katak dewasa. Bentuk dewasa dari katak sudah tidak mempunyai ekor lagi dan juga jenis makanan dari katak dewasa juga sudah mengalami perubahan. Katak dalam bentuk dewasa ini merupakan pemakan hewan atau pemangsa dan juga alat pernapasannya berubah dari insang menjadi paru - paru.    


Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup

Makhluk hidup yang terdapat di alam ini ada banyak sekali jenis dan macamnya, masing - masing dari jenis makhluk hidup tersebut mengalami proses - proses atau tahap dalam menjalani kehidupan atau melangsungkan hidup. Tahapan atau proses yang dijalani oleh masing - masing makhluk hidup tersebut diantaranya proses atau fase pertumbuhan dari makhluk hidup. Disamping mengalami pertumbuhan makhluk hidup juga mengalami perkembangan yang mana kedua tahapan ini dialami oleh makhluk hidup kebanyakan pada umumnya. Kebanyakan dari makhluk hidup secara normal akan melakukan fase - fase dalam proses pertumbuhan tersebut. Fase pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menjadi pengaruh dari fase - fase dalam proses kehidupan yang dialami oleh makhluk hidup. Pada catatan kali ini kita akan secara bersama - sama mengetahui mengenai pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup dan perkembangan yang terjadi pada makhluk hidup. Selain itu juga kita secara bersama - sama berusaha memahami mengenai faktor - faktor yang mempengaruhi fase pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup. Untuk menambah wawasan lebih lanjut mengenai pertumbuhan maupun perkembangan dari makhluk hidup maka silahkan menyimak catatan kali ini secara seksama.

pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
Pertumbuhan dan Perkembangan 

Pemahaman pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh suatu organisme

Proses yang dialami oleh makhluk hidup pertumbuhan maupun perkembangan, masing - masing memiliki pemahaman yang berbeda atau tidak sama. Tahapan pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup ini harus berjalan secara seimbang dengan tahapan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup. Masing - masing tahapan ini akan memberikan dampak yang berbeda terhadap makhluk hidup yang mengalami proses tersebut. Proses pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup harus dapat berjalan secara seimbang dan sejajar agar tidak terjadi gangguan fungsional pada bagian organ - organ yang dimiliki oleh makhluk hidup.

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup memiliki pengertian yang tidak sama. Pertumbuhan yang terjadi pada makhluk hidup merupakan suatu peristiwa atau tahapan perubahan ukuran dari makhluk hidup tersebut yang tidak bisa kembali pada ukuran atau bentuk semula. Sebagai contoh yang memperlihatkan tahap pertumbuhan pada makhluk hidup yaitu makhluk hidup mengalami perubahan ukuran dari ukuran kecil menjadi ukuran yang lebih besar. Selain itu juga mengalai perubahan bentuk dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks. Perkembangan harus bisa berjalan seiring dengan tahapan pertumbuhan yang terjadi pada makhluk hidup agar makhluk tersebut mejalankan kehidupannya secara normal. Pengertian dari tahapan perkembangan adalah suatu proses yang dialami oleh makhluk hidup menuju ke tahap yang lebih sempurna atau dewasa. Ketika proses perkembangan dan pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup dapat berjalan secara seiring atau sejajar maka makhluk hidup tersebut daapt menjalankan kehidupannya secara normal. Sebaliknya bilamana proses pertubuhan tidak bisak berjalan seimbang dengan perkembangan yang dialami maka kehidupan dari makhluk hidup tersebut tidak akan berjalan secara normal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwasanya proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada makhluk hidup harus berjalan secara seimbang dan sejajar.
Pertumbuhan memiliki pengertian sebagai proses perubahan secara biologi yang dialami oleh makhluk hidup. Perubahan secara biologi ini berupa perubahan ukuran yang bersifat irreversibel yang memiliki arti tidak bisa kembali kebentuk awal atau semula. Perkembangan dapat diartikan sebagai suatu proses menuju ketahap kedewasaan. Perkembangan ini tidak bisa diamati atau dilihat seperti halnya pertumbuhan, yang tidak bisa dinyatakan secara kualitatif akan tetapi dinyatakan secara kuantitatif.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan dari suatu organisme tentunya juga mendapat pengaruh dari berbagai faktor yang menjadikan makhluk hidup atau organisme tersebut dapat menjalani kehidupan secara normal atau bahkan sebaliknya. Faktor - faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan dari suatu organisme ada berbagai macam. Setiap faktor - faktor yang ada memberikan pengaruh yang berbeda - beda dan memiliki peranan masing - masing bagi suatu organisme yang bersangkutan. Beberapa faktor yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan atau pun pada perkembangan suatu organisme akan sama - sama kita ketahui dalam pemaparan berikut ini.

Nutrisi atau makanan merupakan bagian dari faktor - faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan atau pun juga pada pertumbuhan makhluk hidup. Masing - masing makhluk hidup yang berada di alam ini memiliki cara pemenuhan makanan yang berbeda - beda. Perbedaan dalam pemenuhan makanan tersebut adakalanya yang dapat membuat makanannya sendiri dan ada pula yang memanfaatkan makhluk hidup lainnya untuk memenuhi makanannya. Di alam ini terdapat berbagai jenis makhluk hidup diantaranya tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme. Sebagai contohnya saja tumbuhan ini dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga tidak perlu menggantungkan makanannya terhadap makhluk hidup lainnya. Hewan dan manusia tidak bisa membuat makanannya sendiri tetapi memanfaatkan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan makanannya.

Adanya usaha dari masing - masing makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan makanannya maka makanan atau nutrisi ini juga ikut memiliki peranan penting dalam tahapan perkembangan maupun pertumbuhan bagi suatu organisme atau makhluk hidup. Ketika makhluk hidup dapat memenuhi kebutuhan akan makanan atau nutrisi yang dibutuhan untuk kehidupannya maka proses - proses yang dialami oleh makhluk hidup tersebut dapat berlangsung secara normal. Tidak ketinggalan juga pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup dapat berlangsung secara normal dan wajar. Perkembangan dari makhluk hidup tersebut berjalan dengan normal untuk membuat makhluk hidup tersebut semakin lebih dewasa seimbang dengan pertumbuhan yang berlangsung. Akan tetapi juga sebaliknya bilamana kebutuhan akan nutrisi tidak bisa terpenuhi dengan cukup maka proses - proses dalam kehidupan yang dialami juga akan terkendala. Ketika terdapat kendala dalam berbagai proses kehidupan maka kehidupan dari suatu makhluk hidup tersebut juga kurang begitu bisa normal.

Lingkungan sekitar merupakan suasana di sekitar tempat hidup makhluk hidup atau suatu organisme. Lingkungan tempat hidup makhluk hidup ini memiliki beberapa komponen yang mana diantaranya air, suhu, cahaya, kelembapan, udara. Masing komponen yang sebagai penyusun dari lingkungan ini tentunya memiliki peranan atau andil dalam memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan suatu organisme. Kondisi dari masing - masing komponen dari penyusun lingkungan hidup yang ada disekitar makhluk hidup dapat memberikan dampak pada kondisi makhluk hidup tersebut.

Peranan dari masing - masing komponen penyusun lingkungan terhapat pertumbuhan atau perkembangan makhluk hidup diantaranya air dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Hampir sebagian besar dari tubuh makhluk hidup tersusun dari cairan, yang mana kurang lebih 80% dari tubuh makhluk hidup tersusun dari cairan. Sudah dapat diketahui bahwasanya makhluk hidup memerlukan air untuk dapat melangsungkan kehidupannya. Suhu juga menjadi bagian dari komponen lingkungan yang tentukan memberikan pengaruh pada tingkat kehidupan dari makhluk hidup. Ada kalanya makhluk hidup tersebut membutuhkan keadaan suhu tertentu untuk dapat melangsungkan kehidupan. Dengan adanya suhu yang selalu berubah - ubah setiap waktunya tentunya makhluk hidup harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan suhu tersebut. Cahaya ini memberikan pengaruh yang sangat beragam pada berbagai jenis makhluk hidup. Makhluk hidup yang pengaruh dari cahaya ini dapat dilihat adalah pada jenis tanaman hijau atau tumbuhan. Cahaya pada tanaman hijau memberikan pengaruh pada proses pertumbuhan dan pembuatan makanan atau fotosintesis. Dalam proses fotosintesis cahaya merupakan faktor pendukung sedangkan dalam tahapan pertumbuhan cahaya menjadi faktor penghambat pertumbuhan pada tumbuhan. Kelembapan memiliki peranan dalam pertumbuhan utamanya pada tanaman akan lebih cepat menyerap air dibandingkan dengan kondisi lingkungan yang kurang lembap. Udara merupakan faktor yang ada kaitannya dengan kelembapan lingkungan, bilamana udara ini banyak mengandung uap air maka kondisi lingkungan hidup makhluk hidup menjadi lembap. Dengan demikian dapat diketahui ketika lingkungan tersebut lembah maka udara yang berada pada wilayah tersebut banyak mengandung uap air


Memahami Rangka Tubuh Manusia

Memahami Rangka Tubuh Manusia

Manusia sebagai makhluk hidup yang mempunyai akal, ternyata tubuh yang dimilikinya tersusun dari berbagai rangka yang berbeda - beda jenisnya. Rangka yang meyusun dari tubuh manusia ini ternyata ada berbagai macam bentuknya. Dari masing - masing bentuk rangka yang menjadi penyusun atau penyokong dari tubuh manusia tersebut ternyata kesemuannya memiliki fungsi atau kegunaan masing - masing. Masing - masing kegunaan dari rangka tubuh tersebut, pada intinya kesemuanya berguna untuk membantu manusia dalam melangsungkan hidupnya. Dari kesemua jenis rangka manusia itu semua memiliki kegunaan yang saling bekerjasama satu sama lain. Dengan adanya saling kerjasama antara rangka yang satu dengan jenis rangka yang lain menjadikan manusia dapat menjalankan kehidupan dengan normal dan tentunya semakin mampu untuk memenuhi kesemua kebutuhan dalam hidupnya. Dalam catatan kali ini kita akan secara bersama - sama untuk mempelajari mengenai berbagai macam rangka yang menjadi penyusun tubuh manusia. Untuk memahami berbagai jenis rangka yang menjadi penyusun tubuh manusia maka silahkan menyimak catatan kali ini dengan seksama.

Mengetahui pengertian dari rangka manusia

Rangka manusia ini tersusun dari berbagai macam bentuk tulang yang sambung menyambung atau saling melekat untuk membentuk tubuh manusia. Tulang - tulang yang menjadi penyusun dari rangka manusia memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda - beda. Dari masing - masing tulang yang menjadi penyusun dari rangka manusia ini saling melekat atau saling bersambungan satu sama lain melui sendi. Dengan demikian dapat diambil pengertian bahwasanya sendi merupakan tempat melekatnya tulang - tulang penyusun dari rangka manusia. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan pengertian dari rangka adalah suatu bentuk susunan - susunan dari tulang - tulang berbeda jenis yang saling berhubungan satu sama lain melalui suatu sendi. 


Rangka yang menjadi penyusun dari bentuk tubuh manusia tersusun dari tulang - tulang. Tulang  - tulang ini terbuat dari zat kapur dan zat perekat. Zat kapur yang menjadi penyusun dari tulang yakni kalsium fosfat, sedangkan zat perekatnya berupa kolagen. Tulang - tulang yang menjadi penyusun dari rangka ini memiliki struktur yang sangat kuat dan keras, akan tetapi ringan. Dengan kondisi tulang yang seperti demikian ini maka menjadikan tulang menjadi struktur yang sangat kokoh dan ringan untuk digerakan. Kondisi yang semacam ini tentunya membuat manusia merasa nyaman untuk melakukan kegiatan dalam kehidupannya.

Berbagai jenis rangka penyusun tubuh manusia

Tubuh manusia sebenarnya tersusun atau terbentuk dari berbagai macam rangka yang tidak sama diantaranya saja rangka kepala, rangka badan, dan rangka angota gerak. Masing - masing rangka ini saling bekerja sama untuk mejadikan tubuh manusia yang sempurna. Dengan kondisi tubuh manusia yang sempurna maka manusia dapat menjalankan kehidupannya dengan sebagaimana mestinya. Tubuh manusia akan dapat berjalan atau berfungsi dengan normal bilamana kesemua rangka yang menjadi penyusun tubuhnya saling bekerja sama dengan baik. Akan tetapi bilamana ada salah satu jenis rangka yang tidak dapat berfungsi atau kehilangan fungsi karena suatu hal maka proses jalannya kehidupan manusia juga akan kesulitan. Pada pembahasan berikut ini kita akan mengetahui pemaparan dari masing - masing jenis rangka yang telah disebutkan sebelumnya. Silahkan menyimak pemaparan di bawah ini untuk semakin menambah pemahaman mengenai rangka - rangka yang menjadi penyusun tubuh manusia.

Demikianlah secara ringkas mengenai uraian dari rangka tubuh yang dimiliki oleh manusia. Semoga uraian ringkas mengenai rangka tubuh yang dimiliki oleh manusia ini dapat memberikan gambara mengenai rangka yang menjadi penyusun dari tubuh kita.
Makhluk Hidup Bernapas Membutuhkan Udara

Makhluk Hidup Bernapas Membutuhkan Udara

Di alam yang bebas ini banyak terdapat berbagai macam makhluk hidup yang jenisnya berbeda - beda. Makhluk hidup yang berbeda - beda ini tentunya dalam melangsungkan kehidupan perlu melakukan proses pernapasan. Proses pernapasan pada makhluk hidup ini penting guna menghasilkan energi yang digunakan untuk proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup. Kegiatan atau proses bernapas yang dilakukan oleh makhluk hidup tidak bisa terlepas dari yang namanya udara. Udara yang dipergunakan dalam pernapasan ini tentunya tersedia bebas di alam ini. Pemanfaat udara dalam pernafasan tentunya melalui berbagai proses yang berlangsung secara kimia di dalam tubuh makhluk hidup. Proses pemanfaatan udara ini dengan cara mengambil bagian - bagian tertentu dari udara atau zat penyusun udara yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi untuk melangsungkan kehidupan. Dalam pemanfaatan udara untuk bernafas dan menghasilkan energi tentunya tidak hanya udara saja yang diapergunakan akan tetapi dicampur dengan unsur - unsur lainnya yang bisa menghasilkan energi bagi tubuh makhluk hidup. Di dalam catatan kali ini kita akan bersama - sama untuk mempelajari penggunaan udara dalam proses pernafasan makhluk hidup dan tujuan dari proses bernafas yang dilakukan oleh makhluk hidup. Langsung saja mari kita mempelajari hal - hal yang berkaitan dengan pernafasan makhluk hidup.

Makhluk hidup melakukan proses bernapas

Udara banyak tersedia di alam bebas dengan tentunya memiliki kandungan yang berbeda - beda. Kandungan yang berbeda - beda tentunya memiliki peranan masing - masing untuk keperluan hidup makhluk hidup. Makhluk hidup memanfaatkan udara yang tersedia bebas ini untuk melakukan proses pernafasan. Pemanfaatan udara untuk pernafasan makhuluk hidup tentunya tidak semua unsur pembentuk dari udara dapat dipergunakan untuk proses bernafas tetapi hanya unsur teretentu saja yang dapat dipergunakan untuk proses bernafas. Beberapa unsur yang menjadi penyusun dari udara di alam ini diantaranya nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida. Dari unsur - unsur pembentuk udara tersebut tentunya tidak semua dipergunakan, unsur yang dimanfaatkan untuk pernafasan makhluk hidup yaitu hanya unsur oksigen atau zat asam. Unsur yang terdapat di dalam udara ini dimanfaatkan oleh tubuh makhluk hidup untuk melakukan proses pernafasa dan mengahasilkan energi dari proses bernafas tersebut, tentunya dengan melalui proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.

Proses kimia yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup berlangsung secara alami. Dari proses kimia selama proses pernafasan yang dijalani oleh makhluk hidup ini maka sel - sel penyusun dari tubuh makhluk hidup akan berusaha untuk menjalankan suatu proses yang menhasilkan energi yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup tersebut. Makhluk hidup memanfaatkan energi yang dihasilkan dari proses pernafasan ini untuk keperluan yang lainnya. Pada umumnya melakukan pernapasan dengan cara memasukan dan mengeluarkan udara yang mana koposisi udara yang dimasukan dan dikeluarkan ini tidak sama. Makhluk hidup menghirup udara atau memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara atau menghembuskan udara yang mengandung karbon dioksida. Udara yang dikeluarkan selama proses pernapasan ini merupakan udara sisa dari proses pernapasan yang mana dikeluaran dari dalam tubuh.

Pada tubuh makhluk hidup tentunya ada bagian tubuh yang memiliki peranan paling dominan dalam proses pernapasan yakni bagian tubuh paru - paru. Pada umumnya kegiatan atau proses pernapasan yagn dilakukan oleh makhluk hidup dapat diamati dengan mengamati gerakan mengembang dan mengempisnya dada. Ketika gerakan dada mengembang itu sebagai petanda kalau sedang menghirup udara dari luar tubuh. Sebaliknya ketika gerakan dada mengempis menandakan udara dari dalam tubuh yang merukan sisa dari proses pernapasan dikeluarkan ke luar bagian tubuh. Dengan adanya proses yang demikian maka dapat dipahami mengenai pengertian dari bernapas adalah gerakan dada mengembang dan mengempis untuk memasukan dan mengeluarkan udara. Udara yang didapatkan dari proses mengembang dan mengempisnya dada ini didapatkan unsur udara yakni oksigen. Di dalam paru - paru oksigen yang telah di dapatkan ini diikat oleh darah pada bagian gelembung - gelembung paru - paru. Setelah diikat oleh darah oksigen ini diedarkan menuju seluruh bagian tubuh yang dilakukan oleh darah. Oksigen yang telah diikat oleh darah ini, oleh sel - sel tubuh dimanfaatkan untuk membakar bahan makanan. Bahan makanan yang dibakar oleh oksigen ini merupakan hasil pencernaan dari berbagai jenis makanan yang didapatkan dari proses makan dan minum.

Demikianlah pembahasanan bahwasanya udara itu juga memiliki peranan dalam kehidupan makhluk hidup. Semoga catatan kali ini yang memiliki judul makhluk hidup bernapas membutuhkan udara bisa ikut memberikan manfaat bagi teman - teman pembaca sekalian. Terimakasih disampaikan kepada teman - teman semua akan kelonggaran waktunya untuk menyimak catatan sederhana dalam blog sederhana ini.
Mengetahui Tanda - Tanda Pertumbuhan Pada Makhluk Hidup

Mengetahui Tanda - Tanda Pertumbuhan Pada Makhluk Hidup

Pertumbuhan yang dialami oleh suatu makhluk hidup merupakan bagian dari kehidupan yang dialami oleh makhluk hidup tersebut. Makhluk hidup menjalani kehidupannya dengan cara yang berbeda - berda tergantung cara penyesuaian diri dari makhluk hidup tersebut terhadap lingkungan tempat hidupnya atau tempat tinggalnya . Jenis makhluk hidup yang tidak hanya satu macam tetapi banyak jenisnya tentunya mempunyai cara penyesuaian yang berbeda - beda. Selain cara penyesuaian diri yang berbeda makhluk hidup yang berbeda - beda jenisnya tersebut juga hidup di tempat atau lokasi yang tidak sama. Berbagai makhluk hidup yang hidup di alam ini kesemuanya mengalami suatu proses pertumbuhan. Proses pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup tersebut memiliki tanda - tanda pertumbuhan yang dapat digunakan sebagai informasi bahwasanya suatu makhluk hidup tersebut telah mengalai proses pertumbuhan. Untuk mengetahui informasi mengenai tanda - tanda bahwa makhluk hidup tersebut telah mengalami proses pertumbuhan maka akan sama - sama kita ketahui dalam catatan kali ini. Silahkan menyimak isi dari catatan kali ini dengan seksama untuk memahami mengenai ciri - ciri bahwasanya makhluk hidup telah mengalami pertumbuhan.

# Memahami tanda - tanda pertumbuhan makhluk hidup dan faktor - faktor yang menjadi penyebab pertumbuhan pada makhluk hidup

Makhluk hidup yang terdapat di alam bebas ini mengalami suatu proses pertumbuhan yang mana proses ini memperlihatkan ciri - ciri atau tanda - tanda. Dari tanda - tanda pertumbuhan yang diperlihatkan oleh makhluk hidup maka bisa dipergunakan sebagai informasi kalau makhluk hidup tersebut mengalami pertumbuhan. Tanda - tanpa yang memperlihatkan kalau makhluk hidup tersebut mengalami pertumbuhan tentunya juga adanya faktor - faktor yang menyebabkan untuk bisa membuat makhluk hidup tersebut tumbuh. Pada uraian berikut ini akan diuraikan mengenai beberapa tanda yang dapat dijadikan pedoman kalau suatu makhluk hidup telah mengalai pertumbuhan.

Berbagai macam tanda - tanda yang memperlihatkan kalau tumbuhan telah mengalami proses pertumbuhan seperti yang diuraikan berikut ini. Tumbuhan mengalami proses pertumbuhan dapat diketahui berdasar pada tanda - tanda yang diperlihatkan oleh tumbuhan tersebut. Tanda - tanda yang memperlihatkan kalau tumbuhan tersebut telah tumbuh diantaranya : [1] Selama bertambah usia atau umur tumbuhan mengalami pertambahan panjang, pertambahan panjang ini pada berbagai bagian dari tumbuhan tersebut. Bagian - bagian pada tumbuhan yang mengalami pertambahan panjang seperti halnya batang, cabang, ranting, akar dan bagian lainnya yang bisa memanjang. Dengan tumbuhan mengalami pertambahan panjang maka tumbuhan yang hidup dengan usia yang semakin bertambah maka kondisi dari tumbuhan tersebut akan semakin tinggi atau bahkan akan semakin rimbun. [2] Seiring dengan bertambahnya usia dari tumbuhan, bagian dari tumbuhan juga mengalami pertambahan lebar. Pertambahan lebar dari tumbuhan ini dapat berlangsung pada batang tumbuhan tersebut, dengan mangalami pertambahan lebar maka batang dari tumbuhan tersebut kan semakin besar. Selain pada batang bagian dari tumbuhan yang dapat mengalami pertambahan lebar adalah daun. [3] Seiring dengan bertambahnya panjang dan lebarnya dari suatu tumbuhan maka tentunya bobot atau berat dari tumbuhan tersebut akan bertambah. Hal - hal seperti demikian merupakan beberpa tanda - tanda pertumbuhan yang diperlihatkan oleh tumbuhan. Dengan adanya tanda - tanda yang diperlihatkan oleh tumbuhan ketika mengalami pertumbuhan maka kita dapat mengetahui bahwasanya tumbuhan tersebut dalam keadaan sehat atau normal. Tentunya selain mengetahui normal atau tidak keadaan tumbuhan masih banyak lagi lainnyan manfaat yang dapat diperoleh dari kita mengetahui tanda - tanda pertumbuhan yang diperlihatkan oleh tumbuhan.

Tanda - tanda pertumbuhan yang dapat diperlihatkan oleh hewan atau binatang seperti yang diuaraikan pada paragrap ini. Hewan atau binatang juga merupakan makhluk hidup yang berada di alam ini jadi juga mengalami proses pertumbuhan dengan baik, apabila dalam keadaan normal. Ada pun beberapa tanda - tanda pertumbuhan yang diperlihatkan oleh hewan ketika hewan tersebut mengalami pertumbuahan diantaranya. Seperti halnya dengan tumbuhan dengan seiring bertambahnya usia hewan ini juga mengalami bertambahnya ukuran baik panjang maupun lebar. Dengan mengalami pertambahan panjang maupun lebar makan binatang yang mengalami proses pertumbuhan dengan normal maka juga mengalami pertambahan bobot atau berat badan. Dengan konisi yang normal maka hewan atau binatang ini dapat mengalami proses pertumbuhan dengan keadaan yang semestinya. Ketika mengetahui mengenai tanda - tanda yang memperlihatkan kalau hewan tersebut mengalami tumbuh maka dapat memberikan informasi kepada kita mengenai keadaan dari hewan tersebut.

Selain tumbuhan dan hewan tentunya manusia sendiri juga mengalami yang dinamakan dengan proses pertumbuhan. Manusia yang mengalami proses pertumbuhan ini juga tidak berbeda dengan hewan dan tumbuhan, tentunya juga memperlihatkan tanda - tanda yang dapat memberikan informasi kalau manusia itu mengalami pertumbuhan. Adapun tanda - tanda yang diperlihatkan oleh manusia kalau mengalami proses pertumbuhan antara lain. [1] Manusia ketika mengalami pertumbuhan maka akan mengalami perubahan dari kecil menjadi lebih besar. Perubahan dari kecil menuju besar ini tentunya merupakan suatu hal yang disebabkan oleh adanya pertambahan ukuran pada bagian - bagian dari tubuh manusia. Pertambahan ukuran ini bisa memperlihatkan kalau manusia tersebut mengalami pertumbuhan dengan keadaan yang normal. [2] Dengan manusia mengalami perubahan ukuran maka manusia yang mengalami pertumbuhan juga mengalami perubahan berat. Semakin berat ukuran yang dimiliki oleh manusia maka berarti semakin normal proses pertumbuhan yang dialami oleh manusia atau malah sebaliknya, itu tergantung dari situasi dan kondisi serta pemahaman mengenai pertambahan berat yang dialami oleh manusia tersebut. Ketika kita mengetahui mengenai kondisi proses pertumbuhan yang normal atau tidak maka kita akan dapat mengambil beberapa persiapan atau tindakan, pada saat kita mengetahui kategori pertumbuhan yang sedang dialami.

Uraian pada beberapa paragrap di atas merupakan uraian mengenai hal - hal yang menjadi tanda pertumbuhan pada makhluk hidup (tumbuhan, hewan atau binatang, dan manusia). Dengan mengetahui beberapa tanda - tanda yang diperlihatkan dari proses pertumbuhan dari beberap makhluk hidup yang berada di alam ini maka kita akan bisa menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Semakin bertambah ilmu pengetahuan yang kita punyai maka kita akan terus semangat mencari ilmu pengetahuan yang lain - lainnya. Ilmu pengetahua yang kita pelajari tidak akan pernah habis tetapi terus berkembang dan terus berkembang dengan demikian kita harus selalu semangat berpacu untuk semakin memiliki pengetahuan yang banyak.